Waspadai Keterbatasan Pakan Sapi Saat Kemarau, Petani Blora Diminta Lakukan Fermentasi

Fermentasi Pakan Sapi

BLORA – Para petani di Blora yang juga memiliki hewan ternak seperti sapi, kerbau dan lainnya dihimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi keterbatasan pakan ternak saat musim kemarau tiba. Yakni dengan memanfaatkan jerami padi untuk pakan ternak. Agar bisa lebih awet disarankan agar jerami difermentasi terlebih dahulu.

Pengolahan jerami dengan cara fermentasi diyakini menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan pakan ternak ketika musim kemarau. Terutama disaat mulai kesulitan mencari rumput karena sudah mengering akibat kemarau.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Distanbunakikan) Blora, Sutikno Slamet, mengimbau kepada para petani peternak sapi selain mengumpulkan jerami atau menimbun jerami, sebaiknya petani selalu berkonsultasi dengan petugas peternakan. Hal itu perlu dilakukan agar petani bisa mendapatkan penjelasan tentang pola makan ternak ketika musim kemarautiba.

Menurutnya, selama ini saat musim kemarau jerami dimanfaatkan peternak hanya sebagai cadangan pakan sapi dan ditumpuk di pekarangan rumah. Karena itu perlu diantisipasi jika sewaktu-waktu stok pakan tersebut habis.

“Kita tahu di Blora saat musim panen padi tiba, jerami melimpah. Sebaliknya saat musim kemarau petani terutama pemilik sapi kesulitan mencari pakan ternak. Bahkan mereka harus ke luar daerah mencari jerami untuk pakan ternak,” ungkapnya.

Pada prinsipnya pembuatan jerami fermentasi dapat dilakukan dengan menggunakan jerami segar habis panen atau jerami kering. Pada saat jerami masih melimpah pada saat selesai panen, jerami dapat difermentasi untuk selanjutnya disimpan hingga enam bulan dari pembuatan.

DItinjau dari kualitas nutrisinya (nilai gizi), fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi jerami. Adapun cara membuat fermentasi jerami adalah tumpukan jerami kering berjejer disiram air yang telah dicampur urea. Kemudian ditaburi starter secara merata, jerami diinjak-injak hingga padat dan ulangi penaburan starter. Setelah selesai, tutup bagian atas dengan daun kering seperti daun pisang atau lainnya.

Pembuatan fermentasi jerami selesai dan diamkan minimal 3-4 minggu. Kalau sudah 3-4 minggu didiamkan, maka jerami hasil fermentasi siap diberikan kepada ternak, namun sebelumnya harus terlebih dahulu diangin-anginkan.

“Untuk pembuatan fermentasi jerami ini petani sebaiknya berkonsultasi dengan petugas pertanian yang ada di UPTD Kecamatan sehingga hasilnya bisa bagus,” ungkap Sutikno Slamet.(Sumber : infoblora.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response