Warga Desa Binawali Siap Kembangkan Bantuan Sapi Dari Pemkab

Sapi Jaliteng

Anggota kelompok Papa Mesu di Desa Binawali, Kecamatan Aimere, yang menerima ternak sapi bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada berkomitmen memelihara ternak sapi hingga beranak banyak. Mereka berusaha agar ternak yang diberikan pemerintah itu bisa berkembang biak di tahun selanjutnya dan menjadi sandaran ekonomi rumah tangga mereka ke depan.
Hal ini disampaikan anggota kelompok Papa Mesu, yakni Maria Kau, Antonius Beja dan Yeni Suri, saat ditemui Pos Kupang di Desa Binawali, Jumat (14/11/2014).
Mereka mengatakan, sapi yang mereka pelihara saat ini merupakan sapi bantuan Pemkab Ngada lewat program pemberdayaan ekonomi rakyat (Perak) tahun 2014. Setiap kepala keluarga (KK) mendapat satu ekor sapi betina.
Mereka berkomitmen untuk memelihara ternak sapi itu hingga beranak lebih banyak, sehingga ke depan mereka bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan ternak sapi. Keyakinan mereka untuk beternak sapi dengan baik didukung beberapa aspek, antara lain mereka pernah memeliha ternak sebelumnya, wilayah untuk beternak masih luas, pakan ternak cukup banyak dan ketersediaan air.
“Kami pelihara sampai beranak banyak. Kata bupati, anak pertama dan kedua jangan dijual. Tunggu anak ketiga baru bisa jual. Jadi kami pelihara terus sampai anaknya banyak,” kata Maria dibenarkan Antonius.
Ketua Kelompok Papa Mesu, Philipus Lobo, kepada Pos Kupang mengatakan, mereka ada 10 KK yang mendapatkan ternak sapi dari program perak tahun 2014. Semuanya sapi betina dan saat ini dalam kondisi sehat.
Lobo mengharapkan seluruh anggota kelompok agar memelihara sapi dengan baik hingga bisa beranak lebih banyak. Saya mengharapkan seluruh anggota bisa pelihara ini sapi sampai beranak banyak. Artinya, hari ini kami hanya pelihara satu ekor. Tapi tahun depan harus bisa lebih dari satu ekor,” kata Lobo.
Bupati Ngada, Marianus Sae bersama Wakil Bupati, Paulus Soliwoa, berpesan kepada penerima ternak sapi agar memelihara sapi dengan baik hingga berkembang biak menjadi banyak.
“Jadi ini sapi program. Jangan dulu jual ini sapi. Kalau beranak betina, anak pertama dijadikan induk kedua. Anak kedua dijadikan induk ketiga. Kalau sapi jantan, anak pertama dan kedua untuk penggemukan. Nanti anak berikutnya baru kamu bisa jual,” pesan Bupati Marianus Sae. (kupang.tribunnews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response