Vaksin Tak Kunjung Datang, Peternak Itik Ramu Obat Sendiri

Mengobati Flu Burung

Serangan virus avian influenza atau flu burung yang menyerang ternak itu membuat para peternak di sentra peteranakan itik Kecamatan Banyudono khawatir. Merekapun berharap ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Yang ada ya baru penyemprotan disinfektan terhadap kandang- kandang itik,” ujar Maryoto, peternak itik di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono.

Bahkan, dirinya terpaksa menyemprot sendiri kandang miliknya. Pasalnya, petugas masih sibuk menyemprot kandang lainnya. Karena terlalu lama menunggu, dia pun memilih meminta langsung disinfektan dan menyemprot sendiri.

“Kalau harus menunggu terlalu lama,” katanya

Peternak lain, Gatot Supriyanto mengaku sempat terpukul karena belasan itik miliknya mati. Beruntung, dia pun sigap dengan membuat ramuan obat sendiri. Obat tersebut sekedar coba- coba saja karena belum ada obat pasti untuk mengatasi virus AI.

“Saya pernah mencoba dengan campuran empon- empon yang ditumbuk halus. Campuran itu lalu diberikan dengan cara dicampur dengan pakan,” katanya.

Ternyata, kematin itik masih saja terjadi. Dia sempat bertanya kepada peternak lainnya. “Semuanya ya bingung karena tidak tahu obatnya. Pernah tanya ke toko obat dan pakan ternak ya tidak tahu. Akhirnya saya pakai obat diare untuk anak, eh malah bisa sembuh.”

Tak hanya itu saja, sebagian peternak juga menggunakan gula jawa yang dihaluskan. Selanjutnya, gula jawa dicampur dalam air minum. Langkah itu sedikit bisa mengurangi gejala penyakit yang mengiringi kematian itik. Pemberian campuran gula jawa dilakukan rutin pagi dan sore.

Ditanya tentang gejala itik yang diserang virus AI, Gatot mengaku, awalnya itik sempoyongan. Saat diamati lebih lanjut, itik senantiasa menabrak batas kandang karena matanya buta. Dalam hitungan kurang dari satu jam, itik tersebut akan mati.

Sementara itu, Ida Nawaksari, Kabid Kesehatan Hewan Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan atau Disnakan Boyolali menyatakan, sejak kasus flu burung merebak di sejumlah daerah, khususnya wilayah JawaTengah (Jateng), pihaknya sudah mewaspadai penularan virus AI di Boyolali.

Menurut Ida, sebelum kasus kematian itik di Desa Kuwiran, pernah terjadi kematian unggas di wilayah Banyudono lainnya. Namun saat itu kematian unggas negatif flu burung, melainkan tetelo. Sementara kematian ratusan itik di Desa Kuwiran kemarin dinyatakan positif AI sehingga dimusnahkan.

“Diperkirakan vaksin baru AI untuk itik baru didistribusikan pada Maret mendatang dari pusat,” pungkasnya. (Sumber : Soloraya Online)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response