Usaha Ternak Perlu Biosecurity

aplikasi biosecurity pada ternak

Peneliti pada Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian, Edi Basuno, menilai perlunya penerapan teknologi untuk meminimalisir ekses sosial dari peternakan yang berlokasi di lingkungan masyarakat.

Misalnya, meredam bau tak sedap dari kotoran unggas ras pedaging atau sejenisnya sehingga meminimalisir resistensi dari warga sekitar yang tidak terlibat bisnis ayam.

“Dengan penerapan teknologi, kita berharap, keamanan lingkungan, kesehatan terjaga dan usaha ternak semain meningkat. Dengan penerapan teknologi juga, konflik dari ekses sauah ternak dapat diminimalisir,” ungkap Edi, Selasa (3/12/2013).

Pihaknya terus mencari teknologi yang bisa digunakan untuk menciptakan bio security terhadap usaha ternak tersebut. Beberapa kemitraan dengan masyarakat yang telah berjalan, berupa pembuatan Rumah Kompos di Kecamatn Sukadana Kab, Ciamis, pembangunan Sumur Air di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis serta Rumah Kompos di Dawuhan, Subang yang masih dijajaki.

“Pembentukan rumah kompos misalnya, ini bagaimana penerapan teknologi pembuatan pupuk kandang dengan memanfaatkan kotoran ayam yang menimbulkan bau tak sedap. Dengan penerapan teknologi tertentu, bau kotoran ayam bisa diiminamlisir,” ungkapnya. (Sumber : Bisnis Jabar)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response