Usaha Ternak Ayam Kampung Cukup Menjanjikan


DUNIATERNAK.COM, – Banyak anggapan di dalam masyarakat bahwa membuka usaha perternakan ayam kampung bukanlah sesuatu yang istimewa, hal itu dikarenakan bisnis unggas lokal ini sudah banyak diusahakan oleh sebagian besar masyarakat, bahkan karena mudahnya perawatan ayam kampung ini, banyak masyarakat yang sekedar berternak 4 atau 5 ekor di rumahnya, apalagi dengan pakan ayam kampung yang bisa seadanya bahkan cenderung dibiarkan hidup begitu saja, belum lagi perternakan ayam kampung ini masih kalah populer dengan ayam jenis lainnya seperti ayam serama, ayam cemani atau ayam lainnya.

Namun tidak yang dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama Agrobisnis (KUBA) Sepakat Bersama yang bergerak pada perternakan AKUB atau Ayam Kampung Unggul Balitnak (Badan Penelitian Perternakan), kelompok usaha yang berlokasi Di Kelurahan Gunung Ibul, Prabumulih ini, memulai usaha sejak tahun 2012 lalu, dan kini ayam kampong yang dihasilkan sebanyak 1000an ekor perminggu sehingga totalnya menjadi lebih kurang 4000 ekor ayam kampung berhasil dijual ke konsumen, demikian diungkapkan oleh Ir Rahmad Mulia Harahap, coordinator dari KUBA Sepakat Bersama, saat ditemui di usaha perternakan Ayam Kampung Unggul Balitnak (AKUB).

Menurutnya, ayam kampung pedaging memiliki kelebihan dibandingkan daging ayam ras biasanya, sehingga wajar kalau ayam kampung lebih mahal dari ayam ras. “Ayam Kampung bisa lebih mahal dari ayam ras, minimal selisihnya bisa mencapai Rp 10 ribu, kalau ayam kampung liar malah bisa berbanding 50 persen harganya dari ayam ras, ayam kampung liar maksudnya dibiarkan hidup seadanya tanpa dipelihara khusus, dibiarkan bebas cari makan sendiri, kalau dikita ayam kampung kan terdapat dalam kandang mengingat keterbatasan lahan, “ ungkapnya pada wartawan.

Dituturkan Rahmad pula, keuntungan yang diperoleh dari memelihara ayam kampung juga lebih mahal nilainya dibanding ayam ras biasa. “Harga telurnya bisa Rp 2 ribu – 3 ribu per butirnya, sedangkan telur ayam biasa Cuma Rp 1500/butir, tapi disini kita fokuskan menjual dagingnya, yang mana harga dagingnya Rp 35.000 perekor, sedangkan ayam yang biasa dicari oleh rumah makan biasanya yang sudah berat sekitar 8 ons, kalau seminggu bisa terjual 1000 ekor ayam kampung yang terjual, jadi perbulan 4000 ekor menghasilkan pendapatan kotor Rp 140 juta, “ ujarnya.

Diterangkannya, dalam melakukan perawatan dirinya memiliki 6 orang pekerja, yang bertugas melakukan pemeliharaan dalam perternakan ayam kampung ini. “Untuk membersihkan kandang, memantau perkembangan ayam, mulai dari indukan, bertelur, anakan, hingga siap jual, harus kita pantau, untuk menjual kita juga kerjasama dengan PT Ayam Kampung Indonesia, selain itu khusus di Prabumulih kita jual dengan pengumpul, “ bebernya.

Dilanjutkannya, untuk pakan ayam kampungnya seperti ayam pada umumnya bisa poor khusus ayam, jagung pecah, dan dedak padi. “Jumlah pakan ayam kampung yang ideal, yakni diberikan makan 2,5 persen dari berat tubuhnya, khusus jagung kadang kita tanam sendiri, dilahan yang ada, kaualu por ayam, karena kita beli dalam jumlah banyak bisa didiskon oleh penjual pakan yakni hanya Rp 5000/kilo, kalau masyarakat umum beli Rp 7000/kilo, kalau ditotalkan untuk satu ekor ayam bisa menghabiskan rp 26 ribu biaya operasional perbulan, jadi kalau satu ekor kita jual Rp 35 ribu, ada selisihi sekitar Rp 9 ribu/ekor, nah untung kita untuk satu ekor ayam, “ tandasnya.

Ditambahkannya, kalau menjelang puasa dan lebara penjualan ayam kampung bisa lebih dari biasanya atau dapat mencapai lebih dari 6 ribuan ekor yang dibeli oleh konsumen dan pelanggan kita. “Khusus akhir tahun atau peralihan musim biasanya memang sedikit menurun penjualannya, hal itu karena banyak penjual ayamnya yang melelang ayamnya, sehingga harga ayam pun jadi murah, itu dikarenakan biasanya kalau tak dirawat dengan baik, peralihan musim itu ayam rawan penyakit jadi daripada mati, banyak pedagang ayam yang menjual habis ayamnya, tapi setelah itu penjualan ayam kembali normal, jadi bisnis ternak ayam kampung banyak keuntungannya, atau sangat menjanjikan, “ pungkasnya.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.