Usaha Penggemukan Sapi Masih Terbuka Lebar

Usaha Penggemukan Sapi

Usaha penggemukan sapi masih berpeluang di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Ini karena usaha penggemukan sapi yang ada masih bersifat tradisonal.

Demikian disampaikan Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Ir.Asri Pemkab Anambas yang ditemui, Kamis (1/11).

Dengan tersedianya usaha penggemukan sapi, akan membantu ketersediaan daging sapi baik itu untuk pasokan pasar lokal maupun untuk daging kualitas ekspor. Namun saat ini peternak masih bertahan dengan metode lokal dalam mengelola peternakan.

” Peternak umumnya masih menggunakan cara tradisional. Ternak diberi makan di padang rumput dan belum ada peternak yang khusus penggemukan sapi,”katanya.

Menurut dia, peluang usaha bagi peternak penggemuk sapi sangat terbuka. Apalagi kebutuhan daging sapi konsumsi harian saat ini dipasok dari Tanjungpinang dan Kalimantan. Jika saja ada peternak lokal yang bisa menyediakan daging tentunya harga daging tidak terlalu tinggi naiknya.

Saat ini, harga daging beku di Kabupaten Anambas mencapai Rp80.000 per kilogram. Lebih tinggi daripada harga daging segar di daerah penghasil ternak lembu. Sedangkan harga daging segar yang tersedia beberapa waktu terntentu mencapai Rp120.000 per kilogram. Kondisi ini terus bertahan karena pasokan yang terbatas. Dengan adanya peternak penggemukan sapi di daerah, tentunya harga juga bisa lebih rendah karena banyaknya pasokan sapi yang akan dipotong.

” Peluang usaha bagi peternak sangat besar. Karena pasokan daging di pasaran saat ini didatangkan dari luar. Sedangkan dari lokal sendiri daging segar tidak bisa tersedia setiap hari. Hanya tersedia pada hari-hari tertentu. Seperti menjelang puasa. Itupun dengan harga yang tinggi,”ujarnya.

Begitujuga dengan tenaga penyuluh dan ketersediaan rumput. Pulau Siantan yang merupakan pusat kabupaten berpeluang besar untuk peternakan penggemukan sapi. Karena memiliki tanah yang subur untuk ditanami rumput yang merupakan pakan utama sapi ternak. Begitujuga dengan tenaga penyuluh peternakan. Juga sudah ada di Anambas.

“Kita dari Dinas Pertanian sangat mendorong peternak penggemukan sapi. Tenaga dilapangan juga ada yang akan membina peternak. Begitujuga dengan rumput bisa ditanam di perbukitan yang sangat subur tanahnya,”tambahnya.

Sedangkan, pasokan sapi yang akan digemukan. Saat ini banyak tersedia disetiap pulau-pulau kecil di sekitar Siantan. Namun peternak yang ada menempatkan ternak di kebun tanpa diberi kandang. Sewaktu-waktu sapi jantan dijual untuk dipotong. Tentu saja sapi ini tidak gemuk karena tidak terpelihara dengan baik.

“Untuk pasokan sendiri tersedia sapi lokal yang bisa dibeli dari peternak setempat. Yang banyak terdapat di pulau-pulau kecil sekitar Siantan. Sedangkan untuk penjualan daging langsung ke pusat kabupaten. Yang banyak membutuhkan daging,”terangnya.

Peternakan sapi yang baik akan mendatangkan keuntungan bagi peternak sendiri. Bila saja sapi dapat dikandangkan dan diberi makanan yang cukup. Tentu dapat mempercepat penggemukan ternak sapi. Namun kebiasaan untuk merawat ternak belum sepenuhnya dilaksanakan oleh peternak. Sehingga tidak banyak lembu potong yang bisa disediakan oleh peternak

Asri mengimbau agar peternak lokal dapat mengambil peluang usaha penggemukan sapi. Dengan banyak berkonsultasi pada tenaga lapangan yang telah disebar disetiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Distanhut. Agar keduluan oleh pendatang dalam menciptakan peluang usaha.

“Kita harapkan peternak dapat lebih fokus terhadap peternakan. Terutama Lembu yang banyak dibutuhkan dagingnya. Banyak peternak lokal yang saat ini memiliki ternak sapi dalam jumlah banyak. Namun tidak terurus dengan baik ternak kurus.

Silahkan berkonsultasi ke UPT untuk mengetahui bagaimana mengelola peternakan yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan. Sebelum diambil peluang ini oleh pengusaha pendatang,”pungkasnya. (yulia/Haluan Kepri)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response