Ternak Kelinci Gerakkan Ekonomi Pangrango

ternak kelinci pangrango

Salah satu kegiatan Presiden SBY pada saat kunjungan ke Kampung Sarongge, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (8/1/2013) adalah memberikan bantuan bagi pengembangan ternak kelinci. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal di Pangrango.

Sebagian besar warga Sarongge adalah petani penggarap hutan. Sebanyak 155 keluarga tani di daerah tersebut menggarap hutan dengan menanami sayur – sayuran sehingga menyebabkan kerusakan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Hal tersebut tentu saja mengganggu fungsi TNGGP sebagai hutan lindung. Oleh karena itu pemerintah melakukan pembinaan terhadap warga setempat agar mau dan mampu memiliki mata pencaharian baru sehingga tidak mengganggu hutan. Salah satunya adalah melalui usaha ternak kelinci.

Usaha tersebut terbukti cukup berhasil sehingga saat ini kampung Sarongge mampu memproduksi 1000 ekor kelinci per bulan. Padahal, dari 155 keluarga petani, baru 45 diantaranya yang mau meninggalkan usaha bertanam sayuran di TNGGP dan beralih usaha lain, termasuk menjadi peternak kelinci. Bantuan Presiden tersebut diharapkan akan semakin mendorong kemajuan usaha ternak kelinci di daerah tersebut sehingga semakin banyak warga Sarongge yang beralih menjadi peternak kelinci dan meninggalkan hutan.

Peningkatan jumlah peternak kelinci tersebut tentu juga akan mendongkrak jumlah populasi hewan kelinci yang dapat menjadi alternatif sumber protein hewani bagi masyarakat selain daging sapi. Apalagi saat ini harga daging sapi cukup tinggi. Seperti diketahui, daging kelinci memiliki kandungan nutrisi yang hampir setara dengan daging sapi.

Daging kelinci juga sangat baik untuk kesehatan karena dapat menurunkan kolesterol sehingga baik bagi orang yang memiliki penyakit jantung atau kolesterol yang tinggi. Kandungan kolesterol daging kelinci berkisar 164 mg/100 gram, sementara daging ayam, domba, sapi, dan kambing sekitar 220 – 250 mg/100 per gram. Sementara kandungan protein daging kelinci mencapai 21 %, dan ternak lainnya hanya 17 – 20 %.

Beternak kelinci dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal karena memiliki banyak manfaat. Selain menghasilkan daging, kulit dan kotorannya pun dapat dimanfaatkan. Kelinci juga merupakan hewan yang mudah. Satu siklus reproduksi seekor kelinci dapat menghasilkan 8 – 10 ekor anak dan pada umur 8 minggu, bobot badannya dapat mencapai 2 kg atau lebih. Secara umum, seekor induk kelinci dengan berat 3 – 4 kg mampu menghasilkan 80 kg karkas per tahun.

Namun disayangkan, konsumsi daging kelinci dan usaha ternak kelinci belum begitu populer di masyarakat. Oleh karena itu, upaya mendorong usaha ternak kelinci di kampung Sarongge diharapkan dapat menjadi titik tolak peningkatan usaha ternak dan konsumsi daging kelinci dimasa mendatang. Hal sejalan dengan upaya pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat yang terus meningkat, seiring dengan peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat sebagai wujud keberhasilan pembangunan ekonomi.

Ditinjau dari aspek kehalalan, sesungguhnya mengkonsumsi daging kelinci tidak perlu diragukan karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakannya sebagai daging yang halal.

Kandungan protein daging kelinci yang tidak kalah dibandingkan dengan hewan ternak lainnya seperti ayam, kambing, dan sapi, juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan atau meredakan penyakit asma, infeksi tenggorokan, liver, dan asam urat. Senyawa kitotefin dalam daging kelinci, bila dikonsumsi bersama-sama dengan senyawa lain seperti lemak omega 3 dan 9 dapat menyembuhkan penyakit asma.

Kotoran kelinci dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk biogas karena kandungan natriumnya yang tinggi. Urine kelinci merupakan penyubur tanaman dan dapat digunakan khususnya untuk tanaman bunga-bungaan.

Selain itu, kulit dan bulu kelinci juga dapat dimanfaatkan untuk industri kerajinan tangan, seperti tas, sepatu, dompet, ikat pinggang dan syal yang berpotensi untuk dipasok ke pasar internasional.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response