Ternak Kambing Perah, Potensi Baru Pandeglang

Ternak Kambing Perah PE

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sekarang mulai mengembangkan ternak kambing perah jenis peranakan etawa, yang merupakan potensi baru bidang peternakan di daerah itu.

“Untuk peternakan besar, selama ini kita fokus pada sapi, domba dan kambing pedaging serta kerbau, dan sekarang kami mulai mengembangkan ternak kambing perah, jenis peranakan etawa,” kata Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pandeglang Winarno di Pandeglang, Sabtu.

Peternakan kambing perah, kata dia, masih dibilang “barang” baru dalam bidang peternakan di daerah tersebut, karena baru dilaksanakan sejak 2011, dengan populasi yang relatif sedikit.

“Pengembangan peternakan kambing perah di daerah itu baru dilaksanakan dalam dua tahun terakhir, namun menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan,” katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan kambing perah dilakukan kelompok peternakan Karang Sejahtera di Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Karangtanjung. Kelompk tersebut pada 2011 menerima bantuan kambing peranakan etawa dari Kementerian Pertanian sebanyak 25 ekor, yakni 23 betina dan dua jantan.

“Perkembangan ternak tersebut juga cukup bagus, dari 25 ekor bantuan tidak satu ekor pun yang mati, bahkan sekarang sudah berkembang menjadi 47 ekor lebih,” ujarnya.

“Perkembangan kambing cukup bagus, karena itulah perkembangbiakannya pun baik. Dalam waktu kurang dari satu tahun sudah bertambah 22 ekor,” katanya.

Ia menjelaskan, pada 2011 kelompoknya menerima bantuan sebesar Rp100 juta dari Kementerian Pertanian, dana tersebut di antaranya digunakan untuk pembelian kambing, rehabilitasi dan pembangunan kandang, pengadaan pakan, obat-obatan dan kegiatan administrasi kelompok.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, kata dia, terus memantau dan melakukan pendampingan kepada peternak, dan dalam waktu satu tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Ia juga menjelaskan, bantuan kambing perah baru pertama kali bagi peternak di Kabupaten Pandeglang, dan merupakan percontohan.

“Dengan perkembangan yang cukup bagus, kita harapkan ke depan memberikan bantuan kambing peranakan etawa ini untuk kelompok lain di Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kata dia, dalam APBD 2013 mengalokasikan anggaran untuk pembelian kambing perah jenis peranakan etawa, dan akan disalurkan secara gratis pada peternakan setempat.

“Pada 2013, Pemkab memberikan bantuan kambing perah peranakan etawa pada satu kelompok sebanyak 11 ekor yang dananya berasal dari APBD kabupaten,” katanya.

Camat Karangtanjung Doni Hermawan mengharapkan pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian diharapkan terus mendukung pengembangan penternakan kambing perah di Kelurahan Juhuat, Kecamatan Karangtanjung tersebut.

“Pemerintah pusat sebelumnya telah membantu kambing perah jenis peranakan etawa, pada kelopok peternak di Kampung Pasir Peuteuy, Juhut, dan sekarang telah berkembang,” katanya.Kampung Pasari Peuteuy, kata dia, sangat cocok untuk pengembangan kambing perah, selain memiliki iklim sejuk juga ketersediaan pakan cukup banyak, serta lahan untuk kandang juga masih luas.

Para peternak, kata dia, juga sangat antusias untuk beternakan kambing perah tersebut, dan berharap akan ada lagi bantuan dari Kementan.

“Sekarang baru ada satu kelompok, jadi kita harapkan nanti ada bantuan lagi dari Kementan bagi kelompok peternak lain di Pasar Peuteuy,” ujarnya.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menekankan agar seluruh dinas/instansi terus menggali potensi guna meningkatkan pendapatan asli daerah serta mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Semua dinas/instansi harus mengembangkan dan menggali potensi masing-masing. Untuk peternakan perlu terus dicari pengembangkan usaha ternak yang potensial, selain mendorong kemajuan yang telah ada,” katanya.

Produksi terbatas Dalam buku pedoman teknis pengembangan budidaya kambing perah yang dikeluarkan Direktorat Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian 2012, dijelaskan produksi susu segar dalam negeri yang berasal dari ternak kambing perah sampai saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 24,8 persen dari kebutuhan Nasional.

Terbatasnya daerah yang sesuai untuk pengembangan kambing perah, kualitas pakan yang relatif rendah dan manajemen pemeliharaan yang masih di bawah standar mengakibatkan ternak ini tidak dapat mengekspresikan potensi genetiknya secara maksimal seperti di daerah asalnya.

Kondisi tersebut,diperburuk lagi dengan meningkatnya harga pakan dan melemahnya daya beli masyarakat, sehingga banyak peternakan kambing perah di Indonesia mengalami masa sulit.

Adanya faktor pembatas baik secara biologis dan non biologis (teknis) dalam usaha budidaya kambing perahsecara luas di Indonesia, perlu dicari ternak perah alternatif yang cocok untuk dikembangkan dan dapat diterima secara luas oleh masyarakat.

Dalam hal ini ternak kambing mempunyai potensi sebagai ternak perah. Dilaporkan bahwa susu kambing adalah sebaik susu ibu dan lebih baik dari susu sapi untuk pemenuhan gizi manusia (Jensen, 1994).

Keunggulan lain susu kambing adalah tingginya proporsi butir-butir lemak ukuran kecil (rantai karbon pendek dan sedang) sehingga susu kambing lebih homogen, mudah dicerna dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan bagi mereka yang alergi bila mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing mengandung mineral Ca dan P yang cukup tinggi, dan juga dapat membantu penyembuhan beberapa penyakit pernapasan seperti bronchitis, ashma dan sebagainya (Jansen, 1994).

Daerah produksi kambing perah di Indonesia terutama terdapat di Jawa Tengah danYogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur. Namun beberapa tahun terakhir ternak kambing perah sudah mulai dikembangkan di luar Pulau Jawa yaitu di Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung.

Ternak kambing cocok dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan peternak kecil karena mudah dipelihara dan cepat memberikan hasil (daging dan susu) disamping juga memberikan nilai tambah dari kotorannya sebagai pupuk organik maupun biogas sebagai alternatif bahan bakar minya.

Pengembangan peternakan kambing perah di Indonesia masih menghadapi banyak masalah baik ditunjau dari jenis maupun kedalaman permasalahan yang dihadapi. Dengan pendekatan sistem agribisnis, terlihat dengan jelas bahwa permasalahan off-farm kambing perah, baik pada tingkat hulu (sub-sistem pengadaan input faktor) maupun tingkat hilir (sub-sistem pengolahan dan pemasaran) tidak lebih sederhana dengan permasalah onfarm) itu sendiri.

Berbagai permasalahan yang dihadapi pada semua subsistem agribisnis kambing perah ini secara simultan berpengaruh pada masih rendahnya kinerja dari sistem agribisnis kambing perah di Indonesia.

Karena itu, suatu pendekatan kelompok bahkan gabungan kelompok Karena itu suatu pendekatan kelompok bahkan gabungan kelompok peternak kambing perah perlu dilaksanakan untuk memudahkan proses fasilitas dan akselerasi adopsi kegiatan usaha budidaya kambing perah.

Salah satu upaya untuk membantu peternak meningkatan populasi dan produktivitas kambing perah, maka Direktorat Budidaya Ternak merencanakan kegiatan pengembangan budidaya kambing perah.

Pengembangan dan peningkatan produktivitas kambing perah tersebut dilakukan melalui kelompok yang dianggap mampu melaksanakan kegiatan (pengembangan dan peningkatan produksi kambing perah) tetapi mempunyai keterbatasan dalam akses permodalan.

Berbagai literatur menyebutkan kandungan vitamin yang terdapat pada susu kambing etawa dapat membuat anak anak tumbuh cerdas dan memiliki daya tubuh yang sangat baik.

Susu kambing etawa berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit rematik, karena kandungan kalsium yang sangat besar pada susu kambing etawa ini, dan juga berkhasiat sebagai obat diabets, TBC, asma.

Susu kambing atawa mampu memberikan asupan energi khusus untuk orang orang yang dalam tahap pemulihan ketika mereka baru sakit. Sehingga keadaan mereka akan segera pulih dengan cepat.

Susu kambing etawa juga dapat digunakan sebagai minuman pencegah kanker.

Tidak hanya memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh, namun susu kambing etawa juga memiliki khasiat untuk kulit. Untuk para kaum wanita rasanya susu etawa merupakan obat yang paling tepat untuk mempercantik dan menyehatkan kulit. (Sumber : Ciputra News)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response