Ternak Kambing Etawa Menggeliat di Padang

Ternak Kambing Etawa

Geliat peternakan kambing jenis Etawa di Kota Padang terus berkembang. Kambisng yang menghasilkan susu yang berkhasiat bagi kesahatan, juga tidak sulit melakukan pengembangbiakkan kambing. Hanya sedikit kendala dalam persoalan modal usaha dan pemasaran hasil ternak.

Rey Harlan, seorang peternak kambing Etawa di kawasan Kapalo Banda Kurao, Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kota Padang saat dikunjungi Wakil Walikota Padang Mahyeldi, SP, kemaren menjelaskan, peternakan kambing Etawa yang dikelolanya saat ini telah mencapai 100 ekor lebih, dengan kapasitas kandang yang dimiliki hanya untuk 60 ekor kambing dengan produksi susu perhari 30 hingga 35 liter susu.

“Saat ini kita telah punya lahan untuk pengembangan peternakan, akan tetapi kita masih kekurangan modal. Peternakan yang ada saat ini merupakan gabungan dari 9 orang investor lokal,” terang Rey kepada Mahyeldi.

Harapan Rey, ingin mengembangkan peternakan ini menjadi peternakan yang lebih modern dengan skala besar.
Dikesempatan itu Mahyeldi menjelaskan, kendala – kendala yang dihadapi peternak kambing Etawa dalam mengembangkan usahanya seperti permodalan dan pemasaran, harus diberikan solusi. Dengan begitu, peternakan Rey ini dapat menjadi pionir peternakan modern.

Sebab, beberapa peternak tampak serius dalam menjalankan usahanya. Apalagi sebagian mereka profesional dan memiliki latar belakang pendidikan yang baik.

“Untuk itu, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas terkait perlu lebih memberikan perhatian kepada peternak, khususnya peternak kambing Etawa yang memiliki prospek baik, karena kambing jenis ini bisa menjadi kamping perah, pedaging dan untuk ikut kontes,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi mengharapkan kepada Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Dispernakbunhut) Kota Padang untuk terus melakukan pembinaan teknis bagi peternak seperti Rey, serta mencarikan solusi terhadap kendala-kendala yang dihadapi dalam mengembangkan peternakan kambing Etawa.

“Dalam waktu dekat ini, Kota Padang akan memiliki pasar ternak, yang nantinya juga akan bisa dimanfaatkan untuk pemasaran kambing Etawa,” tambah Mahyeldi.

Kasi Peternakan Dispernakbunhut Kota Padang, Sovia Hariani yang juga Pengurus Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Barat yang turut hadir pada kesempatan tersebut menerangkan, bila skala peternakan lebih besar tentunya memerlukan pasar yang lebih luas.

Peternak harus memilki NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dan dipertanggungjawabkan oleh seorang dokter hewan, sehingga produksi susu ataupun dagingnya nanti bisa diterima di pasar manapun seperti hotel, restoran bahkan untuk diekspor.

“Kita akan terus memberikan pembinaan teknis, dan mencarikan solusi bagi kendala yang dihadapi Rey, begitu juga dengan peternak lain, agar keseriusan Kota Padang dalam mengembangkan peternakan kambing Etawa bisa diwujudkan,” tambah Sivia. (Sumber : Inspirasi Bangsa)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response