Ternak Itik Lokal Lebih Tahan Flu Burung

Ternak Itik Lokal

Di tengah serangan flu burung terhadap ratusan ribu itik di Jawa Tengah ataupun Jawa Timur, para peternak itik lokal di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga kini, masih mampu terus bertahan.

Itik-itik jenis lokal peliharaan mereka masih bebas berkeliaran di tengah pematang sawah di kaki Gunung Galunggung.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah peternak itik, saat dihubungi Minggu (23/12). ”Alhamdulillah, meri-meri (peternakan itik) saya tetap hidup dan bisa saya jual,” ujar Adin (48), yang mengurus sekitar 70 itik di Tasikmalaya.

Di kalangan peternak, itik asal Tasikmalaya memang dikenal banyak dicari peternak lain, seperti dari Banjar dan Ciamis. Itik lokal ini cukup dilepaskan secara liar di sawah-sawah yang disewa selepas panen.

”Kami juga sering ditawari itik impor dari Solo, tetapi kami tetap memilih itik lokal,” ujar Eman Hadis (35), peternak itik asal Kampung Cantilan Desa, Kecamatan Sukarame, Tasikmalaya.

Menurut Eman, lima peternak itik lain di Kampung Gunungjambu, tetangga Cantilan, juga memelihara itik lokal.

Adapun Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia Ade M Zulkarnaen menyatakan, pihaknya punya pengalaman saat flu burung menyerang peternakannya sejak 2005. Wabah yang menyerang peternakannya justru membawa hikmah bagi peternak unggas lokal yang termarjinalkan.

”Munculnya musibah tak membuat masyarakat ketakutan untuk beternak ayam kampung. Sebaliknya, justru jadi kebangkitan peternak rakyat,” ujar Ade.

Sementara itu, saat kunjungan kerja ke lokasi peternakan itik Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Menteri Pertanian Suswono mengakui bahwa pemerintah masih meneliti secara intensif asal-usul virus yang menyebabkan kematian ribuan itik. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui jenis virus dan cara menanggulanginya.

Hingga saat ini, sejak dilaporkan Oktober lalu, Suswono mengatakan, kasus kematian itik yang diduga akibat flu burung tercatat sudah menyebar ke enam provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Barat.

”Dari hasil uji laboratorium, terdeteksi, virus yang menyerang itik merupakan virus flu burung jenis baru, yaitu clade 2.3.2. Sementara virus flu burung yang menyerang ayam merupakan virus flu burung clade 2.1,” kata Suswono. (Sumber : Kompas)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response