Ternak Domba Dombat, Harapan Baru Peternak Batur

ternak domba dombat

Peternak domba Dombat, sejenis domba khas Kecamatan Batur Banjarnegara memiliki peluang usaha sampingan berupa pembuatan benang wol dari hewan ternak tersebut. Namun mereka menghadapi kendala ketiadaan mesin pemintal.

“Kami meminta perhatian Pemkab agar segera diberikan bantuan mesin pemintal bulu. Karena produk nilai ekonominya cukup tinggi,” kata ketua kelompok ternak Mandiri Desa Batur, Khairul Anam, Selasa (25/11/2013).

Menurut Khairul Anam dombat merupakan persilangan domba jantan eks Tapos (hasil persilangan domba Suffolk dengan domba Texel) dengan domba lokal dieng (domba ekor tipis) yang dilakukan oleh warga setempat selama bertahun-tahun. Pada 2011, dombat ditetapkan sebagai galur murni oleh Dirjen Peternakan Kementrian Pertanian.

Khairul menjelaskan di wilayah Batur kini terdapat 17 kelompok peternak dombat dengan jumlah populasi mencapai 19.721 ekor, tersebar di 8 desa yaitu Batur, Pasurenan, Dieng Kulon, Kepakisan, Sumberjo, Bakal, Karangtengah dan Pekasiran. Khusus di Desa Batur, peternak mncapai 400 orang.

“Di pasaran harga 1 kilogram benang pintal wol dombat Rp 150 ribu. Pada tahun 2002, Pemkab pernah memberi bantuan mesin pemintal manual, namun sekarang sudah rusak. Sedangkan untuk memperbaiki alat tersebut biayanya cukup mahal dan suku cadangnya harus mendatangkan dari luar negeri.”

Akibat kendala tersebut, pemanfaatan bulu dombat sebatas untuk pengganti kapas untuk membuat kasur, bantal dan kerajinan yang nilai ekonomisnya sangat rendah. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response