Ternak Ayam Bangkok, Dari Hobi Ke Bisnis Prospektif

ternak ayam bangkok

Banyak cerita sukses berbagai kalangan usaha yang dimulai dari hoby, bekerja dengan hoby memang sangat menyenangkan apalagi jika bisa dipadukan dengan manajemen bisnis dan peluang pasar. Banyak penghobi yang sukses menjalankan bisnisnya, mulai dari hobi melukis, mendesain, atau beternak.

Berawal dari hobi memelihara ayam petarung, kini M Nasir Kholil sukses ternak ayam bangkok. Pekarangan rumahnya pun dibangun stadion mini untuk arena sabung ayam. Nasir mengakui bahwa hidup yang dilaluinya berliku. Pada masa sulit hanya satu ekor ayam petarung yang menemani warga Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, ini.

Waktu luang yang dimilikinya membuat dirinya tertarik mengawinkan ayamnya dengan indukan betina. Usahanya pun tak mengecewakan. Dari satu dua berkembang menjadi 30 ekor. Ayam ini dipelihara dalam sebuah kandang seluas setengah hektare bersama 150 anak ayam yang saat ini dalam proses perawatan. Anggota dewan ini mengatakan, perawatan ayam bangkok ini tidak jauh berbeda dengan perawatan ayam biasa.

Setelah telur menetas dalam jangka waktu 21 hari, melalui proses pengereman alami, anak ayam kemudian dirawat dalam kandang kecil berisi lima anak ayam. Setelah berusia seminggu, anak-anak ayam ini dipindah ke kandang yang lebih besar untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

Menu makanan pun tak susah. Anak ayam menggunakan dedak dicampur jagung dan kedelai yang dicampur menjadi satu. Sementara untuk ayam jantan yang sudah besar diberi makan biji jagung yang direndam dalam air selama 24 jam. “Yang penting ulet dan sabar,” katanya.

Ayam jantan petarung siap dijual saat berusia tujuh bulan. Satu ayam petarung dijual seharga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Pangsa pasar ayam petarung ini pun sudah ada. Biasanya pembeli datang langsung ke kandang untuk membeli tanpa harus menjualnya ke pasar. Sebelum dijual, ayam-ayam petarung terlebih dahulu diuji coba.

Saat hendak ditarungkan, ayam terlebih dulu diberi makan dan mandikan agar terlihat segar. Nasir juga memberi tip agar para pemula yang ingin menggeluti budidaya ayam untuk memperhatikan kebersihan kandang.

Sebab, sumber penyakit berasal dari kotoran ayam. Untuk melengkapi sarana, Nasir sengaja membangun stadion mini. Namun, jangan dibayangkan besarnya seperti stadion olahraga. Karena yang menggunakan adalah ayam, maka stadion mini itu berbentuk layaknya rumah. Hanya saja, di dalamnya berupa area lapang. (Sumber : Radar Gresik)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Ternak Ayam Bangkok, Dari Hobi Ke Bisnis Prospektif"

  1. ARIF KURNIAWAN July 20, 2013 at 5:40 am - Reply

    trima kasih gan atas informasinya

Leave A Response