Tekun Jalankan Usaha Poultry Shop

ternak-ayam

DUNIATERNAK.COM, – Bermula hanya menerima limbah telur breeding, kini Bima Poultry Shop telah sukses menjalankan usahanya dan menjalin kemitraan dengan para peternak.

Sebagai seorang pengusaha yang sukses menjalankan usaha Poultry Shop (PS), Theng Kim Tjeng bersama istrinya tidak dengan mudah mencapai kesuksesannya. Banyak cobaan dan kesulitan yang harus dilaluinya, bahkan hutang yang menumpuk pun telah pula ia rasakan. Namun akhirnya, dengan ketekunan dan kejeliannya dalam melihat peluang pasar dalam mengembangkan usahanya, ia pun kini dapat menikmati kerja kerasnya selama ini.

Bermula ketika tahun 1978, Kim Tjeng sapaan akrabnya memulai usahanya dengan menerima buangan limbah telur dari breeding dan DOC (Day Old Chick/anak ayam umur sehari) layer Jantan yang tidak laku dijual. “Limbah tersebut saya berikan ke ternak babi yang saya pelihara. Semula sih sedikit, tapi ternyata lama-lama setiap kali kirim seharinya bisa mencapai 2 engkel truk,” keluhnya.

Waktu itu memang diakui oleh Kim Tjeng, belum ada pakan ternak yang diproduksi oleh pabrikan. Sehingga buangan limbah tersebut cukup membantu untuk ternak babi miliknya. Jumlah ternak babi yang dipeliharanya semula hanya berjumlah 50 ekor saja, dan karena mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar lalu diberi “hutang” anak babi umur 1,5 bulan sehingga bisa mencapai 300-an ekor. “Jadi, babi sebanyak 300-an ekor tersebut dapat menampung buangan limbah yang bisa mencapai 2 engkel truk setiap kali kirim,” jelas Kim Tjeng.

Sementara untuk DOC Jantan ia pelihara, lalu diberikan pakan menir dan kroto. Dari DOC yang dipelihara, hanya sekitar 10 persen saja yang mampu bertahan hidup sampai mencapai 2 kg. Ko Kim Tjeng mengatakan, pada waktu itu memang ayam Jantan tidak laku untuk dijual. Hanya saja, karena kami tidak ada kerjaan, iseng kami ambil dan pelihara. “Sementara ibu saya yang dari kampung juga memiliki hobi pelihara ayam. Jadi saya berusaha ambil ayam Jantan untuk saya perlihara. Sebagian ada pula yang saya jual ke tukang pikul ditukar dengan plastik,” ujarnya.

Banyak yang tidak mau pelihara ayam Jantan, tambahnya, hanya Saya saja yang pelihara. Tidak punya kandang, selama pelihara hanya dilepas saja di kebun pisang di daerah Curug. Dengan pemberian pakan dari katul, bisa membuat ayam Jantan mencapai bobot badan 2 kg. Ayam Jantan yang dipeliharanya dan hidup bisa mencapai 1.000 sampai 2.000 ekor dengan pemberian pakan katul. “Bahkan, pelihara dari DOC tidak menggunakan pemanas. Hanya dibantu lampu kapal dari China, kemudian ditaruh di gudang dedak. Kemudian dijual ke bibi Saya di daerah Jembatan Besi. Dengan bobot 2 kg hanya dihargai Rp 600,-. Begitu pula untuk telur ayam ras, ketika dibawa ke pasar untuk dijual, banyak yang bilang kalau itu haram. Sehingga banyak yang tidak mau beli,” kenang Pria kelahiran Benteng, Tangerang.

Akhirnya, lanjutnya, saya jual ke paman saya untuk telurnya. Kebetulan paman ada yang membuka usaha membuat kue bolu. Jika untuk pakan babi, telur harus dipecahin dahulu dari kulitnya, ketika didapat kuning telur yang masih bagus, itu digunakan untuk bahan baku kue bolu.(Sumber : poultryindonesia.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

One Comment on "Tekun Jalankan Usaha Poultry Shop"

  1. Indra April 10, 2014 at 6:22 am - Reply

    apalagi peternak di kombinasikan pakannya dengan suplemen organik Cair GDM, akan menekan biaya dan hasilnya meningkat.
    082244232628

Leave A Response