Teknik Silase Solusi Pakan Ternak Ruminansia

Cara Pembuatan Pakan Silase

Pakan ternak merupakan komponen sangat penting dalam usaha peternakan, termasuk ternak sapi potong. Dalam usaha ternak sapi pada berbagai skala usaha, hijauan, limbah pertanian, dan pakan alami lainnya sering digunakan sebagai pakan ternak karena harganya yang relatif murah.

Namun demikian, jenis bahan baku pakan tersebut umumnya memiliki nilai nutrisi rendah, karenanya diberikan dalam jumlah yang banyak. Namun, terkadang peternak dihadapkan dengan permasalahan keterbatasan pakan yang sebenarnya bisa diantisipasi dengan teknologi silase.

Hal tersebut diungkapkan Staff Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut, Tatang Ibrahim kepada MedanBisnis, Selasa (23/7) di Medan.

“Teknik silase dapat digunakan untuk pengawetan pakan. Apabila penerapan teknik silase ini dilakukan dengan tepat, pakan ternak dapat disimpan dalam waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun, tanpa mengalami penurunan nilai nutrisi yang berarti,” jelasnya.
Dikatakannya, tujuan pembuatan silase adalah memaksimumkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan atau bahan pakan ternak lainnya sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama, untuk kemudian di berikan sebagai pakan bagi ternak.

“Dengan begitu dapat mengatasi kesulitan dalam mendapatkan pakan hijauan, berkaitan dengan musim kemarau, peternak sakit, kesibukan sosial, dan lainnya,” ujar Tatang.

Ia menjelaskan, silase adalah pakan yang telah diawetkan di dalam silo yang kedap udara selama sekitar 3 minggu. Bahan pakan yang diawetkan biasanya berupa hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainnya. Silo yang digunakan dapat berbentuk kantong plastik, drum, kotak, atau bahkan lubang dalam tanah, atau lainnya yang memungkinkan kondisi kedap udara diberlakukan.

Silo hanyalah nama sebuah wadah yang bisa ditutup dan kedap udara, artinya udara tidak bisa masuk maupun keluar dari dan ke dalam wadah tersebut. Wadah tersebut juga harus kedap rembesan cairan. Untuk memenuhi kriteria ini maka bahan plastik merupakan jawaban yang terbaik dan termurah serta sangat fleksibel penggunaannya. Walaupun bahan dari metal, atau semen dan lainnya tetap baik untuk di gunakan, asalkan berwarna gelap.

Dijelaskannya, bahan baku sebaiknya berasal dari tumbuhan atau bijian yang segar yang langsung di dapat dari pemanenan, bukan yang telah tersimpan lama. Pemotongan dan pencacahan perlu dilakukan agar mudah di masukan dalam silo, mengurangi terperangkapnya ruang udara di dalam silo, serta memudahkan pemadatan. Ukuran pemotongan sebaiknya sekitar 5 centimeter.

“Pemberian pada ternak yang belum terbiasa makan silase, harus diberikan sedikit demi sedikit dicampur dengan hijauan yang biasa dimakan. Jika sudah terbiasa secara bertahap dapat seluruhnya diberi silase,” tambahnya. (Sumber : Medan Bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response