Sutera Bakal Jadi Sentra Pengembangan Sapi

ternak sapi madura

Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan, akan dijadikan sebagai pusat pengembangan ternak sapi untuk wilayah Sumbar. Untuk hal itu, pemerintah pusat melalui Kementerian terkait, juga telah melakukan rangkaian sosialisasi kepada seluruh Walinagari se-Kecamatan Sutera.

Sekda Pessel Erizon Se­nin (16/11) menyebutkan, untuk program pengem­bangan ternak sapi, peme­rintah pusat telah me­nye­tujui Kecamatan Sutera se­ba­gai kawasan pengem­ba­ngan. Selain jumlah peter­nak yang jauh lebih banyak, daerah itu juga didukung dengan ketersediaaan lahan yang memadai.

Sementara jenis sapi yang akan dikembangkan menurutnya adalah sapi lokal di Indonesia dan juga fokus pada sapi lokal khas asal Pesisir Selatan (Pessel). “Jenis sapi memang dise­suaikan dengan suhu dan kondisi topografinya,” kata Erizon.

Khusus sapi Pasisie me­nu­rutnya, pemerintah dan petani juga setuju untuk di lestarikan. Berdasarkan da­ta yang ada,memang terjadi kecenderungan penurunan jumlah populasi.

“Tahun 2007, populasi sapi tercatat sebanyak 90.­344 ekor. Dan data terakhir (2012), jumlah sapi yang ada sebanyak 91.777 ekor. Di dalamnya sudah termasuk berbagai jenis sapi, misalnya brahman, PO, sapi bali dan sapi pesisir. Sapi pesisir mendekati angka separuh dari itu yang sebelumnya mendominasi. Jadi artinya sapi Pasisie sekitar 40 ribu ekor dan tidak ada perkem­bangan yang meng­gem­bira­kan. Ia telah tergantikan oleh strain lain,” katanya.

Padahal menurutnya, petani Pessel di bawah ta­hun 1990 rata-rata meme­lihara sapi Pasisie. Namun setelah itu baru masuk jenis sapi lainnya ke Pessel. Pada awal tahun 1990 lewat pro­gram pemerintah (IDT) telah didrop ribuan sapi jenis bali (bos indicus) ke Pessel. Sapi itu sangat mu­dah menyesuaikan diri de­ngan lingkungan Pessel dan makanan alamnya.

Populasi sapi terbesar ada di Kecamatan Ranah Pesisir sebanyak 17.816 ekor. Disusul Kecamatan Sutera sebanyak 14.391 ekor, Lengayang sebanyak 12.622 ekor dan Kecamatan Bayang sebanyak 12.215 ekor dengan total rumah tangga pemelihara ternak sapi mencapai 33.578 ke­luarga. Produksi daging sapi dari Pesisir Selatan mencapai 1.179,765 ton per tahun.

“Bagaimanapun, per­kem­bangan teknologi gene­tika akan mendesak dan mengancam keberadaan sapi khas Pessel yang tidak ada duanya di dunia. Kini perkembangan ilmu gene­tika telah menyentuh kela­pisan masyarakat terutama peternak. Dengan ilmu ge­ne­tik, indukan sapi pasisie di kawin suntik dengan sapi luar,” katanya.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.