Susu Kambing Peranakan Etawa (PE) Belum Digarap Maksimal

Peternakan Kambing PE

Potensi susu kambing Peranakan Etawa (PE) Rumpun Kaligesing belum tergarap optimal. Baru ratusan ternak kambing PE di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo yang diperah dan dimanfaatkan susunya. Peternak kambing PE masih fokus memperdagangkan ternak itu dalam bentuk anakan dan indukan.

Padahal potensi indukan PE produktif yang bisa diperah susunya mencapai ribuan ekor. “Kalau soal potensi, diperkirakan ada 8.000 ekor kambing PE betina yang bisa menghasilkan susu,” tutur M Sutono, pemerah dan pengolah susu kambing di Desa Tlogoguwo Kaligesing Senin (06/05/2013).

Kendati demikian, jumlah peternak yang mau memerah susu sudah bertambah dibandingkan dua tahun lalu. Ketika itu, lanjutnya, hanya satu dua peternak yang mau memerah dan menjual susu kambing.

Menurutnya, susu kambing mampu memberi nilai tambah terhadap perekonomian peternak. Kambing betina akan memproduksi susu selama delapan bulan sejak ternak itu melahirkan anakan. Namun fase menyusui anakan hanya selama empat bulan, sehingga peternak dapat memerah susu pada empat bulan setelahnya.

Satu kambing betina mampu menghasilkan seliter susu perhari. “Jika seliter susu segar Rp 25.000, sebulan ada tambahan penghasilan Rp 750.000 untuk setiap ekor kambing yang diperah. Nilai itu cukup besar, bahkan bisa menutup biaya pakan, tenaga kerja, perawatan serta mencukupi kebutuhan harian keluarga hanya dari jualan susu kambing,” paparnya. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response