Suraji, Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong

penggemukan sapi simental

Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jatim mengimbau kepada para peternak sapi potong Jatim agar belajar dari kesuksesan dari seorang peternak bernama Suraji. Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 11 Desember 2012 lalu telah meninjau ke lokasi usaha penggemukan sapi potong milik Suraji di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Suraji merupakan salah satu anggota kelompok ternak Usaha Tani I yang mulai berdiri tahun 2000. Mulai tahun itu juga beliau beternak sapi potong. Kelompok ternak usaha Tani I adalah kelompok peternak yang menerima program kredit sapi kereman dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan.

Dari sinilah usaha peternakan Bapak Suraji mulai berdiri dan berkembang, dari peternak rakyat hingga kini menjadi pedagang pengirim sapi keluar daerah (baik Jakarta maupun Jawa Barat). Jumlah penduduk Desa Janggan 715 KK, sebanyak 572 KK di antaranya merupakan peternak sapi potong dengan jumlah populasi sapi potong 2.074 ekor.

“Dia, Suraji, merupakan salah satu kelompok yang mempunyai kegiatan di samping penggemukan sapi potong sendiri, dia juga trading (berdagang) ambil sapi potong di sekitar Magetan, Tuban, Bojonegoro dan Probolinggo untuk dijual di pasar luar Jatim. Seperti, Jabodetabek dan Jawa Barat,” kata Kadis Peternakan Jatim Maskur Minggu (6/1/2013).

Dia menjelaskan, cara budidaya sapi potong dan pengolahan pakan ternak dengan gambaran usaha jumlah ternak hasil inseminasi buatan (IB atau crossing Simental dan Limosin) yang dipelihara sebanyak 92 ekor dari kapasitas kandang 102 ekor. Terdiri dari jantan 85 ekor dan betina afkir yang digemukkan tujuh ekor.

“Rata-rata berat sapi yang dipelihara, sapi bakalan awal berat 300-350 kg dan saat dikirim ke luar provinsi dengan berat sapi 450-700 kg dan terdapat sapi dengan berat 1.200 kg. Rata-rata pengiriman sebanyak 20-40 ekor per hari diambil dari hasil penggemukan atau berasal dari anggota kelompok,” ujarnya.

Suraji ketika dikofirmasi terpisah mengakui usahanya berawal dari satu ekor sapi hingga kini mempunyai kandang berkapasitas 52 ekor. Sebagian ternaknya dipelihara dengan sistem kereman selama 4-6 bulan sebelum dikirim keluar daerah.

Dengan mengandalkan ketersediaan hijauan makanan ternak berupa rumput gajah serta konsentrat ataupun polard dan pakan tambahan ketela pohon sebagai pakan ternak utama. Pertambahan bobot badan 1 kg/hari telah bisa dicapai dari usaha sapi kereman. Ini juga dibantu dengan pemanfaatan teknologi tepat guna peternakan berupa mesin minifeedmill.

“Saya bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi kereman pada khususnya kelompok Usaha Tani I. Agar sapi tetap sehat, prinsip saya apabila kita menyediakan kandang sapi yang baik dan ketersediaan pakan cukup, maka sapi akan sehat dan cepat tumbuh. Sehingga sapi membalas dengan keuntungan yang besar kepada pemilik ternak. Singkatnya dengan kandang sapi yang baik, maka sapi akan membalas dengan memberikan rumah yang baik kepada pemilik sapi,” tukasnya.

Sayangnya, kelompok ternak Suraji belum mampu menyediakan pakan ternak yang bagus. Maka agar pemeliharaan sapi lebih menguntungkan, pihaknya mengharapkan bantuan mesin atau peralatan pembuatan pakan ternak (pabrik pakan mini) dari pemerintah. Selain itu, agar dalam pemasaran tidak mengalami kerugian dan dikemplang pembeli dari Jawa Barat, Banten dan Jakarta, dia juga mohon difasilitasi bisa terjalinnya kerjasama dengan asosiasi yang terkait.

“Kami bersama anggota kelompok berharap memperoleh kesempatan untuk dipercaya sebagai tempat program penggemukan sapi potong untuk bisa menghasilkan sapi yang siap potong mencapai berat di atas 400 kg,” tuturnya.

Hasil dialog peternak dengan Presiden dan beberapa menteri saat itu, Gubernur Soekarwo telah berkenan menyanggupi mengalokasikan bantuan peralatan pengolah pakan ternak (mini feedmill). Kemudian, Menteri Pertanian setuju membantu alat pembuatan pupuk organik (APO), Menteri Perindustrian memberikan bantuan untuk sarana dan prasarana produksi pakan ternak (alat/mesin pakan ternak) dan Menteri Koperasi UKM serta Menteri BUMN setuju memberikan bantuan tambahan modal usaha. (Sumber : Berita Jatim)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

3 Comments on "Suraji, Sukses Usaha Penggemukan Sapi Potong"

  1. eman April 20, 2014 at 3:22 pm - Reply

    pada tahun 2001 s/d 2004 sy pernah beternak sapi potong,tapi gagal karna harga daging sapi lokal kalah dgn daging sapi impor, para peternak sapi potong atau sapi perah,pihak pemerintah tidak memsubsidi pakan ternak, secara hitungan matematika peternak kecil pasti rugi. terima kasih.

  2. agus supriyono August 14, 2014 at 1:57 am - Reply

    klo Pemerintah Tanggap, yang di subsidi itu rakyat yg susah tapi mau bekerja. contohnya petani, nelayan, peternak. BUKAN orang kaya… yg bensin aja masih di SUBSIDI. gimana negara ini maju…!

  3. agus supriyono August 21, 2014 at 5:23 am - Reply

    sukses selalu Pak, jangan lupa Ilmunya di tularkan ke Orang2. orang2 indonesia biar ikut Maju

Leave A Response