Sulitnya Pakan Ternak Musim Kemarau

penjual-pakan-ternak-musim-kemarau

Wonogiri – Setiap musim kemarau, ruas jalan Pracimantoro-Giritontro, Wonogiiri dipenuhi penjual pakan ternak. Mulai dari tanaman jagung dan rumput gajah memadati ruas jalan itu. Hal itu terjadi akibat musim kemarau yang saat ini menginjak puncaknya, tanaman jagung usia 1,5 bulan pun banyak yang kekurangan air, sehingga belum panen pun terpaksa dijual sebagai pakan ternak.

Seperti tanaman jagung milik Tukiman, warga Kecamatan Baturetno ini, dirinya menjual tanaman jagung miliknya sebagai pakan ternak musim kemarau ini. Umur jagung sendiri berkisar 1,5 bulan hingga 2 bulan. Dijualnya tanaman jagung miliknya pun bukan tanpa sebab, karena lahan pertaniannya mulai mengalami kekeringan.

Satu ikat tanaman jagung ia jual dengan harga Rp 5.000. Saban harinya, ia mampu menjual sekitar dua truk tanaman jagung. Dalam sehari, Tukiman mampu meraup keuntungan sebesar Rp 700 ribu.

“Selain tanaman saya sendiri yang saya jual, saya juga membeli dari tetangga-tetangga yang juga terdampak kekeringan,” katanya.

Musim kemarau sendiri sangat terbantu dengan adanya penjual pakan ternak bagi warga Kecamatan Pracimantoro sendiri. Mereka pun rela merogoh koceknya setiap hari sebesar Rp 20 ribu demi pakan ternak.

“Saya harus mengeluarkan uang setiap harinya sekitar Rp 20 ribu untuk membeli pakan ternak. Mau bagaimana lagi ini kan musim kemarau jadi sulit sekali mencari rumput untuk pakan ternak, padahal sapi saya empat ekor,” katanya.(Sumber:timlo.net)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response