Sinergi Limbah Tahu ‘Kampus’ Untuk Pakan Ternak

LImbah Tahu Pakan Ternak

Perajin tahu di Sumatera Utara (Sumut) jumlahnya tidak sedikit. Namun yang yang beritegrasi dengan kegiatan mungkin tidak banyak, salah satunya, Tahu Kampung Serutu (Kampus) di Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Usaha tahu yang satu ini bersinergi dengan usaha peternakan.
Awalnya, usaha ini dirintis Supomo G di tahun 1990, seiring melonjaknya harga bahan baku di tahun 2007 silam, dia terdorong mengalihkan pengelolaan tahunya. Dengan sistem kerjasama, dia mengharapkan usahanya tetap berjalan dan para perkerjanya juga punya rasa memiliki.

Bisnisnya ternyata bisa eksis kendati diterpa berbagai kendala, termasuk masalah bahan baku. Setiap hari dia bisa membuat tahu dari sekitar 300kg kedele. Selain tahu, peternakan pun di incarnya. Melalui pemanfaatan limbah tahu dia bisa memiliki bahan baku pakan ternak untuk program penggemukan.

Ditemui MedanBisnis, kemarin, disela-sela aktifitasnya, Supomo G, yang juga Pembina Kelompok Ternak Kampus di Desa Timbang Deli, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, menuturkan limbah tahu dijual pada peternak seharga Rp 20 ribu per goninya.

Sekurangnya ada 600 kg ampas tahu yang bisa dimanfaatkan peternak di kawasa Kampus setiap hari. Jumlah itu ternyata belum bisa memenuhi kebutuhan peternak yang dikatakan dia mencapai dua ton per hari.

“Disini tidak ada sawah. Makanya masyarakat beternak dengan mengandalkan limbah tahu tadi sebagai pakan ternak,” katanya seraya menambahkan setidaknya ada 100 KK peternak sapi dan 25 KK peternak domba yang bisa bersinergi dengan usaha tahunya.

“Kalau peternak tidak punya modal, dia bisa meminjam, nanti saat mereka punya uang baru di bayarkan,” sebut Supomo G yang juga Pembina kelompok ternak Kampus ini. (Sumber : Medan Bisnis Daily)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response