Sebulan Peroleh Rp 1 Juta dari Kelinci

Bukan sekedar ‘klangenan’, beternak kelinci pun, bisa menambah pundi-pundi rupiah. Hal ini dibuktikan oleh Suharyanto, warga Dusun Nyamplung, Margokaton, Sleman yang mengaku mampu berpenghasilan Rp 1 juta setiap bulan dari kelinci.

Meski terbilang baru menjadi ‘pemain’ dalam ternak kelinci, Suharyanto sudah memiliki 127 ekor kelinci pedaging miliknya. Ia selalu memperhatikan benar kebersihan kandang. “Kalau tidak perhatian benar, kelinci bisa tiba-tiba mati karena kembung,” ungkapnya.

Penyakit lain yang dapat muncul adalah kudis, yang kerap menyerang hewan berbulu lembut ini. Kesemua itu menurutnya dipengaruhi oleh faktor makanan dan kebersihan kandang.

Oleh karenanya ia juga tak mau sembarangan memberi pakan. Meskipun agak repot namun ia berusaha membuatkan pelet yang terbuat dari rumput gajah, kulit ari gandum, serta beberapa campuran lain.

Tidak hanya berpengaruh kepada kesehatan, pemberian makan yang baik juga dapat memengaruhi tingkat kesuburan (fertilitas). Ia mengatakan dengan pakan yang baik, seekor kelinci betina dapat beranak hingga 60 ekor setiap tiga bulan.

Dengan begitu setiap anakan kelinci yang telah berusia tiga bulan, dapat dilepas ke pasaran dengan harga sekitar Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan untuk betina dapat mencapai Rp 30 ribu perkilo. Sementara rata-rata berat kelinci peliharaannya berbobot 2,5 KG.

Ketua Paguyuban Peternak Kelinci Sleman Djiman Santoso menjelaskan, bisnis ternak kelinci saat ini menjanjikan. Namun masih kurangnya pengetahuan akan cara memelihara menjadikan sebagian peternak merasa kesulitan. “Permintaan akan daging kelinci saat ini mulai bergeliat, hal ini dibuktikan dengan menjamurnya warung-warung sate kelinci. Sayangnya hal ini belum dibarengi dengan kapabilitas peternak yang andal. Untuk itu bergabung dengan kelompok ternak sangat positif,” ungkapnya.(Sumber : jogja.tribunnews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response