Sapi Bali Paling Cocok Dikembangkan di Bintan

Ternak Sapi Bali

Berdasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bintan Tahun 2011-2015, kawasan peternakan secara umum akan diarahkan pada pemanfaatan lahan yang mengikuti lahan pertanian. Untuk pengembangan ternak besar dan ternak kecil seperti sapi dan kambing diarahkan di Kecamatan Teluk Bintan, Bintan Timur, Bintan Utara, Teluk Sebong, Gunung Kijang dan Toapaya.

Sedangkan khusus untuk peternakan Babi, pengembangannya diarahkan di Kecamatan Mantang. Untuk peternakan unggas yang terdiri dari ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, burung puyuh, dan itik, diarahkan di seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan.Usaha pembangunan pada subsektor peternakan di Kabupaten Bintan mempunyai potensi yang cukup baik, diantaranya potensi pasar dan potensi lahan.

Demikian dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Bintan, Drs Adi Prihantara, kepada kepribangkit.com, Jum’at 23 Mei 2014. “Pengembangan potensi peternakan di Bintan sangat bagus dan terbuka luas. Kita juga mendorong masyarakat peternak dengan berbagai bantuan yang sifatnya hibah,” jelas Adi Prihantara.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bintan, Ahmad Izhar, mengatakan Pemkab Bintan saat ini berupaya untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada dengan terus melaksanakan pelayanan pengembangan peternakan di masyarakat. Adapun Pengembangan peternakan diantaranya meliputi ternak hewan besar (Sapi), ternak hewan kecil (Kambing dan Babi) dan ternak unggas (Ayam dan Itik).

Ternak sapi potong yang dikembangkan adalah jenis sapi Bali, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Bintan Nomor: 524/distanhut/23 Tanggal 10 Januari 2011, Sapi Bali memiliki keunggulan sebagai berikut: 1). Sapi Bali mudah beradaptasi dengan lingkungan, 2). Dapat hidup dilahan kritis, 3). Memiliki daya cerna yang baik terhadap pakan, 4). Kandungan lemak karkasnya rendah, 5).Harganya stabil jika dijual bahkan setiap tahun harganya cenderung meningkat. 6) Sapi Bali merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.

Populasi keseluruhan ternak di Kabupaten Bintan pada tahun 2013 tercatat sebagai berikut; ternak sapi potong sebanyak 745 ekor, ternak kambing sebanyak 1.029 ekor, ternak babi sebanyak 2.800 ekor, ternak ayam ras pedaging sebanyak 1.633.750 ekor, ternak ayam ras petelur sebanyak 219.850 ekor, ternak ayam buras 185.951 ekor dan ternak itik sebanyak 7.498 ekor.(Sumber : kepribangkit.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

2 Comments on "Sapi Bali Paling Cocok Dikembangkan di Bintan"

  1. anton November 28, 2014 at 3:56 pm - Reply

    potensi sapi bali memang bagus tapi orang orang dan oknum dinas bidang peternakan ada yang menjadi mafia sapi dan menjual sapi bantuan… d tanyakan saja ke dinas perttttanian berapa banyak sapi yg dbilang mati sebenarnya d jual?? ini bukti ketua kelompok ternak yg menjual sapi http://www.sidaknews.com/sapi-bantuan-pemerintah-diduga-dijual/

  2. syaiful peternak November 28, 2014 at 4:04 pm - Reply

    saran utk admin duniaternak.com kalau membuat pemberitaan mohon jgn asal kopi paste padahal it masih d ragukan kebenaranny… apalagi saya lihat data populasi sapi potong 7ratus lebih itu data mana???? coba tu tanyakan ke wartawan dan peternak d bintan brapa banyak sapi yg ada d bintan?? palingan banyal yg mati mas bro… ini saya kasih fakta banyakny sapi bantuan yg mati di bintan paa tahun 2010 sebanyak 50 ekor yg mati bro ini buktinya __ http://www.haluankepri.com/bintan/9646-50-sapi-bantuan-mati.html

Leave A Response