Rusak Harga, Peternak Besar Dipanggil Pemerintah

DOC Ayam Unggul

Pemerintah akan memanggil 20 perusahaan peternakan ayam skala besar pada pekan pertama Desember 2013 dalam kaitan dengan tuntutan pemberlakuan tata niaga.

Menurut Direktur Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian, Fauzi Luthan, perusahaan yang akan dipanggil antara lain PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PT Charoen Pokphand Indonesia. “Pemanggilan ini terkait dengan unjuk rasa peternak kecil,” kata dia di kantornya, Selasa, 3 Desmeber 2013.

Fauzi mengatakan, selama ini banyak peternak besar yang juga memproduksi bibit ayam atau day old chicken (DOC). Penguasaan pasokan DOC memungkinkan para peternak besar mendominasi pasar, sehingga merusak harga. “Saat pasokan DOC banyak, efeknya terasa di sisi harga,” ujarnya.

Selain itu, banyak peternak besar yang menjual produknya di pasar tradisional. Akibatnya, peternak skala kecil tak mampu bersaing dan terpaksa menjual ayam dengan harga yang lebih rendah dari biaya produksi. Fauzi mengakui, selama ini belum ada aturan yang mewajibkan peternak besar menjual ayam di luar pasar tradisional.

“Perlu ada penetapan harga dan pengaturan segmentasi pasar, tetapi itu artinya harus mengubah undang-undang,” katanya.

Di samping mewacanakan tata niaga, pemerintah juga akan mendorong industri besar untuk membangun gudang pendingin. Menurut Fauzi, gudang ini bisa menahan stok sementara saat suplai di pasar berlebih. “Stok itu bisa dikeluarkan saat barang di pasar berkurang.”

Dalam unjuk rasa di kantor Kementerian Pertanian, Ketua Umum Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Nasional, Hartono, mengatakan rendahnya harga jual ayam disebabkan oleh banjir pasokan dari peternak besar. “Terjadi persaingan yang tidak adil,” kata dia.

Saat ini, kata Hartono, biaya produksi ayam mencapai Rp 17.000 per ekor. Biaya tersebut muncul dari harga bibit ayam dan pakan yang tengah melambung. Namun, harga ayam potong di pasaran kini cuma mencapai Rp 13.500 per ekor. “Peternak rakyat harus nombok,” ujarnya. (Sumber : Tempo)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response