RNI Sumringah Bisa Angkut Daging Sapi Lewat Udara

pesawat pengangkut daging sapi

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang peternakan seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) senang dengan program pengangkutan daging beku via angkutan udara.

Sentra-sentra sapi seperti Provinsi NTT dan NTB memang butuh pesawat untuk memasok daging ke wilayah Indonesia lainnya khususnya Jawa.

RNI yang merupakan perusahaan pelat merah, mulai masuk ke lini bisnis penggemukan hingga menghasilkan produk olahan daging sapi, berharap rencana pengiriman dan pengurangan tarif menggunakan maskapai udara seperti PT Garuda Indonesia Tbk dan PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) bisa segera terwujud agar produk daging sapi Indonesia bisa lebih kompetitif dibandingkan produk impor.

“Kami menyambut baik usulan mentan (Menteri Pertanian), ada dukungan penerbangan untuk produk sapi potong dari kerjasama RNI di NTB,” tutur Dirut RNI Ismed Hasan Putro, Senin (31/12/2012).

Seperti diketahui, RNI serius menggarap bisnis sapi. Setelah mengembangkan sapi di Jawa Barat dan Sumatera, terakhir RNI menggandeng BUMD milik Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), bernama PT Gerbang NTB Emas untuk pengembangan bisnis sapi. Perusahaan ini mulai dari penggemukan 60.000 ekor sapi per tahun hingga menghasil produk olahan untuk memberi menilai tambah seperti bakso dan daging beku di Lombok NTB.

Nantinya setelah setelah program ini berjalan, RNI bisa berkontribusi mendistribusikan produk daging dan olahan yang berkualitas kepada konsumen.

“RNI kirim ke Jakarta dan Surabaya, dalam bentuk daging dan bakso, untuk membantu masyrakat mendapatkan daging sapi dan bakso yang halal,” tambahnya.

RNI akan mulai menghasilkan produk olahan daging sapi secara massal dan efektif dari sentra di Lombok pada April 2013. “Akan mulai mengirim rata-rata per hari 200 ekor sapi yang kami potong menjadi daging beku dan bakso sapi ke Jakarta dan Surabaya,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Pertanian Suswono berencana mengajak maskapai BUMN seperti Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines untuk mengangkut daging dari daerah penghasil.

Hal tersebut dilakukan mulai tahun 2013 untuk mengatasi tingginya biaya logistik pengangkutan daging di Indonesia seperti dari NTT dan NTB.

Suswono menjelaskan, untuk rencana itu pemerintah berharap maskapai plat merah seperti Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara Airlines bisa memberikan insentif berupa potongan harga biaya pengangkutan sehingga harga daging bisa ditekan dan cepat terdistribusikan.

“Katakanlah Garuda bisa memberikan insentif penurunan tarif seperti Thai Airlines. Thai Airlines itu memberikan potongan harga untuk produk pertanian,” tutur Suswono beberapa waktu lalu. (Sumber : Star Berita)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response