Ribuan Ternak Terancam Kelaparan

pakan-ternak

DUNIATERNAK.COm, – Ribuan ternak milik warga di lereng Gunung Merapi terancam kelaparan. Pasalnya, pasir bercampur abu dan kerikil yang diletupkan Gunung Merapi mengotori tanaman. ‘’Kalau diberikan ke sapi atau kambing, bisa sakit,’’ ungkap warga Dusun Karang, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Mitro, Jumat (28/3), saat ditemui di tegalan.

Menurutnya, pasir dan kerikil dari Gunung Merapi cukup pekat. Material vulkanik itu, menutupi tanaman di tegalan dan hutan. Sebab tidak ada hujan, pasir masih menempel bercampur abu. Jika diberikan ke ternak, risikonya bisa sakit. Warga mengatasi kendala itu dengan mencuci pakan. Namun, persediaan air warga sangat terbatas. Padahal, jika dibiarkan tidak diberi makan, hewan ternak bisa kurus dan mati. Selain tanaman pakan, pasir juga mengotori tanaman cabai dan sayuran. Cabai harus disemprot dengan air agar tidak mati, sebab selain berisiko mati, buahnya rawan rontok. Kaur Pembangunan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Subur, mengatakan setelah letupan Merapi tidak ada hujan. “Hanya gerimis pada sorenya, jadi tanaman masih kotor,” jelasnya.

Menurutnya, abu dan pasir lebih tebal dibandingkan letupan pada bulan lalu dan abu Gunung Kelud. Tanaman kotor oleh debu dan pasir, sehingga jika diberikan pada hewan ternak jelas berisiko.

Jumlah ternak di lereng Merapi yang mencapai ribuan ekor, bakal sulit mendapatkan pakan, dalam beberapa hari ke depan. Selain kesulitan pakan, tanaman sayur dan cabai milik warga dikhawatirkan busuk. Padahal, mayoritas tanaman cabai sebentar lagi sudah siap panen. Untuk kerusakan rumah atau korban jiwa di desanya tidak ada. Pantauan Suara Merdeka di tiga desa teratas, Desa Sidorejo, Balerante dan Tegalmulyo, warga mulai beraktivitas normal. Sekolah tetap masuk dan penambangan pasir di Sungai Woro, tidak terpengaruh. Warga banyak yang ke tegalan membersihkan tanaman.

Meski demikian, pasir dan debu masih mengotori mayoritas permukiman. Guru SD 2 Sidorejo, Wuryanti, mengatakan sekolah tidak libur. Siswa masuk membersihkan kelas dan sekitar sekolah. Meski tetap waspada, siswa tetap berangkat ke sekolah seperti biasa. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Winoto BPBD sudah mengirimkan sekitar lima tangki air. Bisa untuk membersihkan jalan evakuasi dari pasir atau untuk pembersihan rumput. Dampak letupan tidak ada korban jiwa, hanya korban luka akibat panik di jalan.(Sumber:suaramerdeka.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response