Ribuan Ternak Itik & Ayam Di Tegal Terserang Flu Burung

Waspada Flu Burung

Sebanyak 4.670 ternak itik dan ayam di wilayah Kelurahan Pesurungan Lor dan Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, selama sebulan terakhir mati mendadak setelah positif terjangkit virus flu burung.

Akibatnya, produksi telur mengalami penurunan drastis sehingga membuat para peternak rugi besar.

Ketua Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) Bumbeng Pesurungan Lor, Eranto mengatakan memang benar akhir-akhir ini hampir seluruh peternak di Kota Tegal mengalami rugi besar lantaran ternaknya mati semua.

“Total itik yang mati mendadak di kelompok saya ada 500 itik akibat terkena virus flu burung,” ujarnya saat ditemui di kandangnya Rabu (28/11/2012).

Disebutkannya, awal mula itik-itiknya mati itu karena tidak mau makan, badannya lemas dan kurus sehingga akhirnya mati karena tak bisa menahan penyakit yang diderita. Bahkan, ini tidak hanya terjadi pada itik melainkan ayam kampung maupun lainnya juga ikut terkena imbas dari flu burung.

“Padahal, sebelum terkena flu burung, ternak itik kami biasanya mampu memproduksi sampai 75 telur, tapi kini sama sekali tidak menghasilkan apa-apa,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislatan) Kota Tegal, Ir Setyo Widardo menuturkan berdasarkan data yang diperoleh sekitar 4.670 ekor ternak itik dan ayam yang telah mati mendadak akibat positif terkena flu burung.

“Hal itu diketahui setelah kami mengambil sampel beberapa itik dan kemudian dilakukan penelitian di laboratorium. Hasilnya memang benar ternak-ternak ini positif terkena virus H5N1,” katanya.

Menurut Setyo, 4.670 ekor ternak itik yang mati karena virus flu burung itu milik para peternak yang tergabung dalam kelompok tani ternak itik (KTTI). Diantaranya, KTTI Satelit berjumlah 2000 ekor itik, Bumbeng 1.250 ekor, Sumber Harapan 500 ekor, Mataram 190 ekor, Berkah Abadi 80 ekor, Kemiri Timur 75 ekor, Kemiri Barat 50 ekor dan Samadikun 125 ekor.

Jumlah ini merupakan jumlah terbanyak setelah kejadian terakhir mati mendadaknya ternak itik maupun ayam terjadi saat peristiwa tsunami sekitar tahun 2004 lalu. Banyaknya ternak itik dan ayam yang mati itu disebabkan karena tertular salah satu ternak dari daerah di Jawa Tengah yang sudah terkena virus flu burung, sehingga merembet ke ternak-ternak lain yang akan dikirim ke Jawa Timur dan sebagainya.

“Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, kami mengumpulkan para peternak itik maupun ayam di Kelurahan Pesurungan Lor pada beberapa waktu lalu dengan memberikan penyuluhan, obat, desinvektan dan vitamin secara rutin terhadap ternaknya,” terangnya.

Ia menambahkan memang untuk lalu lintas ternak di Kota Tegal tidak terlalu ketat seperti daerah lainnya, karena rata-rata peternak disini bukan peternak besar melainkan kecil atau rumahan, sehingga tidak ada petugas yang menjaganya.

“Meskipun demikian, lalu lintas ternak yang akan mengirim ternak keluar daerah pastinya sudah kami lakukan pemeriksaan terlebih dulu. Sebab, itu merupakan prosedur persyaratan yang harus dipenuhi peternak. Ternak-ternak yang dikirim harus dalam kondisi sehat dan harus ada surat keterangan sehat dari dinas terkait,” paparnya. (Sumber : Lensa Indonesia)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response