Reza Satria, Mahasiswa Peternak Kambing Kacang

ternak kambing kacang

”Bagi rekan-rekan yang ingin memesan kambing aqiqah atau daging kambing untuk pesta, dapat memesan kepada saya,” ujar Reza dengan percaya diri setiap bercengkerama dengan teman-teman atau relasinya.

Meski berstatus sebagai mahasiswa, untuk mengisi waktu luangnya Reza Satria memilih menjalankan usaha ternak kambing kacang. Dengan modal dari Entrepreneurship Center (EC) Universitas Andalas, Reza memulai usaha pembibitan dan penggemukan kambing kacang.

Pria kelahiran 26 September 1991 ini memang mempunyai tekad yang kuat untuk jadi seorang pengusaha. Dia bersyukur kuliah di Universitas yang memiliki komitmen men­ciptakan pengusaha seperti Unand. Tidak hanya sekadar memotivasi, kampusnya juga memberikan modal usaha.

Kata Reza, dia berniat jadi pengusaha sejak kelas 2 SMP. “Jiwa itu muncul karena terinspirasi ibu saya yang mempunyai usaha pakaian jadi. Kegigihannya membantu ayah memenuhi kebutuhan keluarga membuat saya juga ingin jadi pengusaha. Karena, dengan jadi pengusaha hidup bisa menjadi lebih baik. Kita bisa menyediakan lapangan kerja,” jelas mahasiswa jurusan Ilmu Peternakan Unand ini.

Reza sadar, tidak mudah untuk mendirikan usaha. Maka, dia tidak langsung membangun usaha. Tapi belajar terlebih dahulu, dengan cara bekerja di usaha yang telah dibangun kakaknya.

“Saat itu saya masih kelas 2 SMA, abang saya mempunyai usaha toko service handphone di salah satu plaza. Saya mempunyai inisiatif untuk mencari pelanggan yang mau service HP-nya. Saat ada pelanggan yang saya dapatkan, maka saya bawa ke toko abang saya itu,” papar anak dari pasangan Indra Louis dan Risnaini ini.

Agar pelanggan tertarik, Reza memberi layanan lebih pada pelanggannya. Yaitu, dia memberikan layanan antar jemput dan harga miring pada setiap pelanggan yang mau service padanya. “Saya memulai dari teman-teman dekat dulu, hanya dengan bermodal kepercayaan, akhirnya banyak teman-teman yang mau service HP kepada saya,” kenang Reza.

Menurut Reza, ketika bekerja di toko kakaknya itu, dia mendapat banyak pelajaran. Mulai dari bagaimana cara melobi, meyakinkan orang, bekerja keras dan merelakan waktu bermain untuk mencari uang, walau tidak ada paksaan dari orang tuanya. “Untungnya, saya mempunyai uang saku yang boleh dibilang lebih untuk ukuran anak sekolah,” kata dia bangga.

Setelah kuliah di Unand, dia aktif mengikuti seminar kewirausahaan yang rutin digelar Unand setiap Jumat. Dari situ dia banyak mendapat ilmu dan pengalaman-pengalaman suka duka pengusaha hebat merintis usaha mereka.

“Pelajaran yang saya peroleh intinya adalah, wirausaha itu tidak bisa dipisahkan dari kegigihan, tekad, keyakinan, kerja keras dan tidak berhenti melihat peluang,” kata Reza seperti dilansir Padang Ekspres.

“Melihat kegigihan Reza, salah seorang dosen menawarkan agar dia mengajukan proposal modal usaha di Entrepreneurship Center (EC) Universitas Andalas. Setelah melalui beberapa seleksi yang ketat, akhirnya proposalnya diterima dan dia diberi modal untuk mengembangkan usaha sesuai dengan proposalnya, yaitu penggemukan dan pembibitan kambing kacang, yaitu kambing yang dipakai untuk aqiqah dan pesta.

Menurutnya, itu adalah salah satu peluang usaha yang bagus. Karena, setiap hari ada anak yang lahir dan harus aqiqah. Begitu juga dengan pesta, masih banyak orang yang potong kambing saat pesta.

“Mentor usaha saya ialah dosen saya, kemudian saya juga bergabung di Hipmi perguruan tinggi. Saya juga banyak belajar dari kisah abang-abang dari Hipmi Padang. Mereka juga banyak membantu untuk memberikan apa saja yang diperlukan dalam menjalankan usaha,” pungkas anak ke tiga dari empat bersaudara ini.

Kata Reza, kendala yang dihadapi dalam berwirusaha ialah rasa takut untuk mencoba jadi diri sendiri. Untuk mengatasinya caranya jangan pernah mengurangi semangat juang usaha. Dia yakin, tidak akan ada usaha yang sia-sia.

Hal yang paling berharga dan penting dalam berusaha menurutnya adalah waktu dan kedisiplinan. “Usaha yang dijalaninya saat ini mempunyai team yang beranggotakan 3 orang. Jadi mereka secara bergilir menjalankan usaha ini. “Kami membagi jadwal kuliah dan berwirausaha, makanya kami memilih usaha ternak kambing kacang, yang perlu diperhatikan pakannya saja. Jadi ternak dapat ditinggal saat kuliah,” ulasnya.

Saat ini Reza sedang membangun usaha Pisang Goreng Keju. Dia akan membukanya di dekat kampus. Dalam waktu dekat, dia yakin usaha ini akan berdiri. “Usaha pisang goreng keju ini saya dirikan dari tabungan saya. Saya berharap ini menjadi cikal bakal dari usaha –usaha lainnya yang bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang dan membantu perekonomian Indonesia,” kata Reza. (Sumber : Ciputra)

 

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response