Pupuk Organik Kotoran Sapi Diburu Petani Sukoharjo

Pupuk Kompos Kotoran Sapi

Kotoran sapi kini menjadi barang berharga dan diburu para petani di wilayah Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Kotoran sapi tersebut dicari untuk dijadikan pupuk organik bagi para petani.

Tingginya permintaan pupuk kotoran sapi yang berimbas kelangkaan juga menyebabkan kenaikan harga antara 10 persen hingga 20 persen dari biasanya. Sebelumnya harga satu karung kotoran sapi murni dibandrol Rp 50 ribu per karung dan kotoran sapi matang atau sudah dalam proses menjadi pupuk Rp 60 ribu.

“Semenjak perubahan pola tanam dari pupuk kimia ke pupuk organik sekarang permintaan pupuk kotoran sapi menjadi meningkat. Permintaah sekarang rata rata per hari bisa tembus 100 karung padahal sebelum perubahan pola itu hanya 30 hingga 40 karung saja,” ujar Giyono salah satu penjual kotoran sapi saat ditemui di rumahnya di Nguter, Jumat (05/04/2013).

Kotoran sapi tersebut didapat dari para peternak atau pemilik sapi rumahan di sekitar rumahnya. Kotoran sapi tersebut dulu belum terlalu popular sehingga harga beli cukup murah. Tapi karena sekarang permintaan bertambah banyak maka pemilik sapi ikut menaikan harga.

Untuk memenuhi kebutuhan petani masih menurut Giyono dirinya terpaksa menjadi pasokan dari luar wilayah. Seperti dari wilayah Kecamatan Tawangsari dan Weru. Namun supali barang juga harus berebut dengan pembeli lainya.

“Di Weru ada sentra ternak sapi cukup besar dan banyak disana, jadi pasokan kotoran sapi lumayan meski harus rebutan dengan penjual lainya,” lanjutnya.

Salah satu petani asal Nguter, Heri Purwanto mengatakan, sudah dua tahun ini petani beralih dari pupuk kimia ke alami. Tujuanya agar bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang justru merusak kesuburan tanah. (Sumber : KR Jogja)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response