PT Indocement Berdayakan Ternak Kambing

Ternak Kambing CSR Indocement

Perusahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa (ITP) Tbk di Tarjun, Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, memberdayakan peternak kambing di desa binaannya.

CSR Section Head Indocement Pabrik Tarjun, Yanuar Arif, di Kotabaru, Jumat, mengatakan perusahaan berusaha semaksimal mungkin membantu masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui program pengembangan ternak kambing.

“Melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR), perusahaan berusaha membantu masyarakat untuk bisa hidup lebih sejahtera,” katanya.

Program pengembangan ternak kambing, ujar Yanuar, berupa pelatihan selama dua pekan atau sekitar 160 jam, dan pemberian bibit kambing dengan pola bergilir.

Sebelum terjun ke lapangan, selama pelatihan peternak dibekali pengetahuan dengan materi tentang pengenalan beternak kambing, pakan, kesehatan pakan, cara mengetahui umur, seleksi bibit yang baik, perkandangan, pascapanen hingga analisa usaha dan pemasaran.

Setelah mendapatkan ilmunya, peternak akan diberi bantuan bibit kambing masing-masing dua ekor yang kemudian digulirkan kepada peternak yang lain.

Tahap awal peternak yang diberdayakan sebanyak enam orang,” kata Yanuar.

Melalui program yang mereka kembangkan, peternak bisa hidup lebih sejahtera dan lebih yakin dalam menatap masa depan.

Yanuar menambahkan, program pemberdayaan kepada peternak kambing ini akan terus dikembangkan dengan sasaran peternak di desa binaan Indocement.

Dengan bekal ilmu dan pengetahuan tentang beternak kambing, peternak kecil yang masih menggunakan pola alami bisa menjadi peternak-peternak besar.

“Indocement ingin programnya selalu berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya.<br><br>
Dalam merealisasikan program pelatihan beternak kambing tersebut, Indocement menjalin kerja sama dengan Pusat Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).

Instruktur peternakan P3M Indocement Pabrik Tarjun, Budi Triono, menambahkan dengan pelatihan selama 160 jam atau kurang lebih dua minggu, peternak akan cukup untuk menyerap seluruh materi tentang pemeliharaan hewan kambing.

“Memelihara kambing sebenarnya mudah, namun ada yang perlu diperhatikan, terutama masalah kebersihan kandang serta pakan yang cukup,” imbuhnya.

Seorang peserta pelatihan warga Desa Tarjun, Sunaryo, sangat bersyukur dengan adanya pelatihan peternakan kambing yang diselenggarakan CSR Indocement Pabrik Tarjun.

Ia berharap, kegiatan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan para peternak terutama tentang bagaimana cara beternak kambing yang professional.

“Setelah mengikuti pelatihan dan magang peternakan, kami yakin dapat melakukannya di tempat tinggal, kami optimistis usaha beternak kambing akan berkembang dengan baik,” ujarnya. Ia sadar bahwa selama ini pernah beternak kambing, namun hasilnya kurang memuaskan.

Karena sebelumnya para peternak mengakui kurang informasi, tentang tata cara mengelola ternak yang baik, tata kelola pakan dan kesehatan ternak.

“Sebagai petani, kami sangat berkeinginan menjadi peternak kambing yang mandiri dan handal,” tandasnya.

Beternak kambing sudah menjadi pilihan kami. Karena kebutuhan kambing saat ini sangat tinggi, namun tidak diimbangi dengan jumlah dan hasil ternak kambing yang besar pula. Peternak ingin menjadi peternak baru yang mampu mengembangkannya dan menghasilkan banyak kambing, terlebih didukung dengan luasnya lahan kosong.

“Kami berharap Indocement terus membina warga desa binaannya agar pengetahuan dan taraf hidup masyarakat disekitarnya terus meningkat,” kata Sunaryo menambahkan.

Sementara itu, industri semen merk Tiga Roda ini memiliki program lima pilar perusahaan, antara lain pilar pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, agama, olahraga dan keamanan, termasuk permberdayaan berkelanjutan (Sustainable Development Project). (Sumber : Antara)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response