Potensi Pengembangan Pemurnian Ternak

Kandang Ayam Kampung

Ayam Sentul merupakan rumpun ayam lokal Indonesia yang telah dibudidayakan secara turun temurun, sehingga menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia. Ayam Sentul merupakan plasma nutfah lokal khas asal Ciamis Jabar, dengan keunggulan sebagai ayam tipe dwiguna, telur dan daging, produktivitas telurnya cukup tinggi, satu periode peneluran dihasilkan 12-30 butir telur.

Itik Rambon merupakan sumber daya genetik itik lokal asli Jawa Barat, termasuk itik pedaging dengan produksi telur yang cukup tinggi, produksi telur mencapai 256-160 butir per ekor per tahun (75-80%). Sebaran bibit ternak itik Rambon banyak ditemukan di daerah Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Subang, Karawang, Bekasi dan Banten.

Itik Cihateup merupakan komoditas ternak unggas lokal asal Rajapolah, Tasikmalaya yang sangat potensial sebagai penghasil telur. Perannya dalam menunjang perekonomian petani cukup besar, karena produktivitasnya sangat tinggi yakni rataan produksi telur 290 butir per ekor per tahun, tingkat kematian dewasa sekitar 2 – 5%, dan berdaya adaptasi dengan kondisi lingkungan agraris cukup tinggi.

Tujuan pemurnian ini adalah untuk (1) Membentuk bangsa murni (Pure Breed) dan (2) Membentuk galur murni (Pure Line). Pembentukan Pure Breed melalui karakterisasi populasi dipertahankan, diusahakan tidak ada gena yang hilang misal variasi warna, bobot badan dan sifat-sifat lain diusahakan tidak berubah. Pembentukan Pure Line diarahkan pada sifat tertentu sesuai keinginan pemulia misal pure line untuk sifat tumbuh, produksi telur. Dalam mengarahkan pada suatu sifat, mungkin ada gena-gena yang hilang, misal jika diarahkan pada sifat tumbuh, sifat resisten.

Metode pemuliaan dilakukan melalui seleksi, persilangan, pemurnian dan atau kombinasi ketiganya. Seleksi, dapat dilakukan melalui seleksi individu, seleksi keluarga dan atau seleksi massa. Pada Umur 6 minggu seleksi dilakukan terhadap sifat kualitatif dan sifat kuantitatif (bobot badan, konsumsi pakan dan deplesi), ayam-ayam hasil seleksi dibagi dua menjadi kelompok 1 terbaik sebagai pengganti, kelompok 2 sebagai Parent Stock. Persilangan, dilakukan melalui silang luar dan atau silang antar rumpun dalam satu spesies ternak asli, lokal dan atau introduksi. Pemurnian, dilakukan melalui perkawinan secara terus menerus dengan rumpun/galur dalam satu spesies yang digunakan untuk pemurnian. Evaluasi fenotifik dilakukan sebelum evaluasi genetik, diseleksi berdasarkan tampilan warna bulu, pertumbuhan cepat/lambat.(Sumber : disnak.jabarprov.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response