Potensi Kulit Singkong Sebagai Pakan Ternak

Pakan Ternak Limbah Singkong

Peningkatan industri peternakan mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pakan, terutama pakan hasil pertanian seperti jagung dan kedelai. Seiring dengan peningkatan populasi manusia dan keterbatasan hasil pertanian, maka timbul permasalahan mengenai penggunaan hasil pertanian tersebut, menjadi pakan membutuhkan teknologi pengolahan.

Telah dilakukan berbagai riset, salah satunya ialah pengolahan kulit singkong. Singkong merupakan tanaman tropis yang termasuk dalam family Euphorbiaceae. Umbi singkong telah digunakan oleh masyarakat umum untuk produksi tepung tapioka dan sebagai subtitusi makanan pokok.

Kulit singkong yang merupakan bagian kulit luar umbi singkong tidak digunakan pada waktu penggunaan umbi, akan menjadi kandidat yang sangat baik untuk bahan pakan. Di Indonesia, kulit singkong tersedia dalam jumlah yang sangat banyak.

Dengan produksi singkong sebanyak 18,9 juta ton per tahun, limbah kulit dalam yang berwarna putih dapat mencapai 1,5-2,8 juta ton sedangkan limbah kulit luar yang berwarna coklat mencapai 0,04-0,09 juta ton.

Kendala dalam pemanfaatan kulit singkong adalah rendahnya kadar protein, tingginya kadar serat kasar, dan tingginya kadar senyawa toksik sianogenik. Fermentasi substrat padat menggunakan kapang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan nilai nutrisi dan menghilangkan senyawa toksik kulit singkong. (Sumber : Litbang Deptan)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response