Poktan Mitra Abadi Wakili Sumbawa di KTT Tingkat Nasional

ternak-sapi-sumbawa

Sumbawa, – Dalam upaya mendukung Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) diperlukan tekad dan kesanggupan dari pemerintah pusat bersama Pemerintah Daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, profesional, terutama para petani ternak untuksecara bersama-sama mensukseskan program tersebut, hal itu dapat tercapai bila produksi dan produktivitas sapi meningkat. Untuk itu diperlukan berbagai upaya meningkatkan kuantitas dan kualitas sapi potong di Indonesia.
Sebagai salah satu satu upaya untuk mensukseskan Program Percepatan Pencapaian Swasembada Daging Sapi (P2SDS) maka pada Kamis (21/8/14) pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian mengadakan penilaian lomba Kelompok Agribisnis Sapi Potong dimana kelompok Mitra Abadi Desa Leseng sebagai sebagai finalis kelompok agribisnis sapi potong tingkat Nasional tahun 2014 dari Kabupaten Sumbawa.

Dalam laporan dan selayang pandang disampaikan oleh ketua kelompok Mitra Abadi Desa Leseng, bahwa organisasi Mitra Abadi telah berdiri sejak tahun 2008 yang berawal dari inspirasi sekelompok kecil masyarakat desa Leseng dan Masyarakat desa Pernek dan beranggotakan 11 orang dengan jumlah ternak pada saat itu hanya memiliki 1 ekor induk.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa Drs. H. Muhammading, M.Si dalam sambutannya menyampaikan sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa selalu mendapat perhatian dari dulu hingga sekarang. Kabupaten Sumbawa pernah tercatat sebagai pengekspor ternak pada sekitar tahun 1960an, yaitu ternak ke Hongkong dan Singapura.

Pencanangan Kabupaten Sumbawa sebagai “ Kabupaten Peternakan” pada tahun 2006, bersama dengan menjadi tuan rumah semiloka nasional ternak kerbau I, yang melahirkan “ Deklarasi Samawa” yang berisi antara lain kesepakatan kabupaten/kota penghasil kerbau untuk terus meningkatkan/mengembangkan peternakan kerbau. Pemberian gelar Sumbawa sebagai gudang ternak dan sumber bibit nasional.

Hal ini masih akan terus dipertahankan karena sistem pengendalian populasi ternak yang cukup ketat yaitu larangan pemotongan dan pengeluaran betina produktif keluar daerah, serta ketatnya regulasi tentang lalu lintas ternak. Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan populasi, kualitas, produksi dan produktivitas ternak kerbau Sumbawa, dibangun UPTD khusus yang diberi nama UPTD Pembibitan Kerbau Sumbawa Bersinergi.(Sumber : pulausumbawanews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response