Peternak Tasik Gunakan Pakan Ternak Fermentasi

Pakan Ternak fermentasi

Sejumlah peternak di Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan kurang baiknya kualitas ternak akibat masalah pakan. Untuk menyiasati hal ini, peternak berupaya berinovasi membuat pakan ternak dari bahan baku organik yang lebih mudah didapatkan, namun tetap memberikan hasil yang baik terhadap ternaknya.

Saat ini, warga Kabupaten Tasikmalaya di sejumlah kecamatan sedang ramai menggunakan pakan inovatif untuk berbagai peternakan mereka. Peternak kambing atau sapi misalnya, biasanya mereka memberikan pakan rumput untuk ternaknya. Namun, kini mereka cukup menggunakan berbagai dedaunan dan bahan organik lain yang ada di sekitar rumah, seperti batang pisang.

Bukan hanya cara memperoleh pakan tersebut lebih mudah dan tidak repot, kualitas daging ternak mereka juga kini semakin berkualitas. Selain kadar kolesterol yang rendah, ternak dengan pakan inovatif juga tidak menimbulkan bau ataupun pencemaran lingkungan.

Kotoran dari ternak hasil pakan inovatif itu, dapat dipergunakan untuk pakan ternak lain ataupun digunakan untuk pupuk organik.

Salah satu pengelola ternak sapi di wilayah Guranteng Pagerageung, Undang mengatakan selama ini para petani mengalami kendala dalam pemenuhan pakan. Selain kualitas rumput yang harus selalu bagus, perkembangan ternak juga tidak signifikan,

“Sangat repot, ternak kambing delapan ekor saja ribetnya setengah mati,” katanya kepada INILAH, Senin (25/3/2103).

Dia mengatakan hampir semua peternak domba dan sapi mengeluhkan hal yang sama, sehingga beternak menjadi hal yang semakin tidak diminati masyarakat, apalagi generasi muda.

“Generasi muda Tasikmalaya lebih memilih mata pencaharian lain, bukan peternakan ataupun pertanian, karena ya, keliatan ribetnya itu,” terangnya.

Peternak lainnya, Asep Ruhyat (40), warga Cipeuteuy Cisayong mengemukakan hal yang sama. Dia mengatakan para peternak membutuhkan pembinaan terpadu. Dia menyambut baik adanya program pembinaan penggunaan pakan inovatif yang kini tengah berkembang di sejumlah daerah di Kabupaten Tasikmalaya.

“Hasilnya luar biasa, mantap. Saya dan para peternak yang lain sudah merasakan hasilnya. Kualitas hewan ternak meningkat, juga banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lain,” terangnya.

Ketua Komunitas Petani Sejahtera Terpadu (K-Nitrat) Tasikmalaya, Reno Sundara mengatakan konsep pemberian pakan ternak secara inovatif bisa dilaksanakan oleh semua kalangan masyarakat.

“Yang membedakan hanya proses awal saja, ada sistem fermentasi dulu. Siapa pun bisa mempelajarinya, sangat mudah. Insya Allah bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” jelasnya. (Sumber : Inilah Photo : ImabEmbe.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response