Peternak Sapi Australia Bergantung Pada Indonesia

Peternak Sapi Australia

Indonesia dengan 240 juta penduduk menjadi pasar besar bagi negara luar untuk menjual barang barangnya, termasuk daging sapi. Negara-negara produsen sapi sangat bergantung kepada Indonesia.

Sebuah perusahaan eksportir sapi terbesar di Australia yaitu Australian Agricultural Company (AACo) merugi US$ 8,4 juta di 2012, karena Australia menghentikan ekspor sapi hidup ke Indonesia, akibat munculnya kabar penyiksaan sapi yang disembelih di rumah potong hewan (RPH).

Direktur AACo David Farley mengatakan, penghentian perdagangan sapi hidup ke Indonesia telah membuat perusahaan ini kehilangan nilai asetnya US$ 41 juta.

“Penghentian ekspor sapi hidup ini mengganggu perdagangan. Ini menurunkan pemasukan dari para produsen sapi dan membuat rapuhnya usaha,” kata David seperti dikutip dari Couriermail, Senin (4/2).

David meminta pemerintah Australia untuk kembali membangun hubungan yang baik dengan negara tetangganya, yaitu Indonesia sehingga perdagangan sapi bisa kembali meningkat.

Kebijakan Australia menghentikan ekspor sapi sejak 2011 lalu karena isu penyiksaan penyembelihan sapi di Indonesia yang disebarkan stasiun televisi ABC, ternyata menjadi bumerang bagi Australia sendiri.

Awalnya pemerintah Indonesia khawatir penghentian ekspor tersebut bakal membuat daging sapi di Indonesia langka dan mahal. Mungkin ini saatnya pemerintah Indonesia benar-benar serius untuk melakukan swasembada sapi.

Presiden SBY pernah mengatakan, selama ini 43% dari hasil ternak di Australia ternyata diserap oleh Indonesia.

Kondisi sama juga terjadi pada para peternak di AS yang bisnisnya lesu karena pemerintah Indonesia menghentikan impor daging sapi AS, setelah merebaknya kasus sapi gila di California.

Untuk memperjuangkan kepentingan para peternak sapi di AS seperti di California dan Texas, pemerintah AS melawan tindakan pemerintah Indonesia ini.

Cara terakhir yang dilakukan sebelum menggugat ke badan perdagangan dunia (WTO), pemerintahan Obama tahun lalu pernah menekan pemerintah Indonesia untuk mencoba membuka pasar daging impornya. Apalagi AS melihat, 240 juta penduduk Indonesia merupakan pasar yang menggiurkan untuk ekspor daging. (Sumber : Medan Bisnis)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response