Peternak Kerbau Rawa Barito Selatan Butuh Perhatian

Ternak Kerbau Rawa

Upaya menekan kematian kerbau rawa di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, terkendala tidak adanya petugas pemeriksa kesehatan hewan. Pemilik ternak mengharapkan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mengirimkan petugas itu secara rutin.

Isran (50), warga Desa Tampulang, Kecamatan Jenamas, Barito Selatan, Selasa (30/4/2013), mengatakan, penyakit yang sering di derita ternaknya menyerang hati kerbau rawa. Ia tak tahu nama penyakit itu tetapi jika terserang, tampak bintik-bintik merah pada hati kerbau.

Ternak jadi tak nafsu makan. Hanya minum. Lama-kelamaan kerbau mati. Penyakit lain yang sering diderita kerbau yakni pusing, tutur Isran yang memiliki sekitar 300 kerbau rawa.

Sebanyak 10-15 kerbau milik Isran mati setiap tahun. Lebih kurang 10 tahun lalu, petugas rutin datang untuk mengecek kesehatan kerbau rawa. Sekarang, malah tidak pernah. “Karena itu, para pemilik kerbau rawa biasanya hanya membiarkan ternak yang sakit,” ucapnya.

Menurut Isran, jumlah kerbau rawa di Jenamas saat ini sekitar 6.000 ekor. Sekitar 95 persen dari jumlah itu diternakkan di Tampulang. Sisanya, tersebar di Desa Rangga Ilung dan Kalanis di Jenamas, serta Desa Mangkatir di Kecamatan Dusun Hilir, Barito Selatan.

“Setahu saya, penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Perikanan dan Peternakan Barito Selatan tak pernah datang ke desa tempat kerbau itu diternakkan,” katanya. (Sumber : Kompas)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response