Peternak Kelinci Samarinda Magang di Ciawi

Ternak Kelinci Hias

Upaya Pemerintah Kota Samarinda memajukan sektor peternakan kelinci tidak cukup hanya dengan peresmian Kampung Kelinci.
Petaninya pun diajak mengikuti magang beternak kelinci yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan SDM Indonesia bekerja sama dengan Balai Penelitian Ternak Ciawi, 18-20 November lalu.

Wali Kota mengatakan, potensi pengembangan usaha ternak kelinci di Samarinda masih sangat luas, mengingat ketersediaan lahan pun masih cukup. Hanya saja, kurangnya pengetahuan petani tentu menjadi masalah tersendiri yang harus dicarikan solusinya. Salah satunya melalui pelatihan yang dilaksanakan oleh pihak yang berkompeten di bidangnya.

“Kegiatan pelatihan ini wujud komitmen Pemerintah Kota Samarinda mendorong sektor peternakan komunitas, khususnya kelinci. Kenapa kelinci? Karena pertumbuhan penduduk yang pesat dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan konsekuensi meningkatnya kebutuhan pangan termasuk daging.

Karena itu, kelinci menjadi salah satu alternatif karena berkembang biak dengan cepat, dan merupakan usaha yang menguntungkan, baik untuk ternak hias, pedaging, maupun bibit,” paparnya didampingi Sekretaris Kota Samarinda, Zulfakar Noor, dan sejumlah pejabat terkait lainnya di lingkungan Pemkot Samarinda.

Wali Kota mengajak para peserta magang untuk serius menekuni bidang peternakan kelinci. Karena akan percuma pelatihan yang dilakukan bila para peternak tidak serius mengembangkan usaha ini.

Ditambahkannya, sebagai seorang peternak hendaknya selalu memerhatikan serta mengembangkan peternakan. Saat panen hasilnya bisa dipakai memutar modal kembali.

“Keuntungan peluang usaha agrobisnis ternak kelinci bisa dikatakan menjanjikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Ternak Ciawi Nasrullah mengatakan, gambaran yang paling sering kita lihat secara umum pastinya menjadikan daging kelinci sebagai sate. Gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah terutama yang berasal dari protein hewani sampai saat ini masih belum terpenuhi secara maksimal, sehingga kebutuhan daging masih banyak di impor dari luar.

“Melihat permasalahan tersebut, tentu kelinci mempunyai keunggulan dalam cepatnya berkembang, mutu daging yang tinggi, pemeliharaan yang mudah dan rendahnya biaya produksi. Apalagi didukung dengan permintaan pasar dan harga daging maupun bulu kelinci cukup tinggi,” paparnya. (Sumber : Kaltim Post)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response