Peternak Kelinci Kota Batu Respon Program Penggemukan Kelinci

Ternak Kelinci Pedaging

Sentra peternakan kelinci terbesar di Kota Batu, yakni Dusun Cangar Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, siap menjadi kawasan penggemukan hewan imut-imut itu. Hal tersebut, merespon wacana program penggemukan kelinci dari Kementerian BUMN.

Sebelum program penggemukan kelinci itu bergulir, kelompok peternak kelinci Bulukerto sendiri sudah menyiapkan lokasi.

Menurut Purnomo Ketua Kelompok Peternak Kelinci Akur, di Jawa Timur ada tiga kota yang menjadi sasaran program. Antara lain Kota Batu yang dipusatkan di Dusun Cangar Bulukerto, kemudian Kabupaten Pasuruan dan Jember. Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan kelompok di peternak di Pasuruan.

‘’Ini masih wacana, kami mendengar hal ini dari jaringan sesama peternak,’’ aku Purnomo, kemarin. Harapan Purnomo, jika program tersebut benar dari BUMN, maka dia berkeinginan bertemu langsung dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Mimpinya bertemu Dahlan tak lain untuk berdiskusi mengenai peternakan kelinci dan potensi usahanya. Apalagi kelompok Akur merupakan jaringan peternak kelinci terbesar di kota ini. ‘’Kalau Pak Dahlan pas berkunjung ke Kota Batu, kami sangat ingin bisa bertemu,’’ harapnya.

Hal senada diungkapkan Wagiwan salah satu anggota kelompok Peternak Kelinci Akur. Dalam kelompok itu, Wagiwan bertugas dalam bidang pemasaran. Dialah yang kali pertama mendengar rencana program penggemukan kelinci tersebut.

‘’Kami tahu ya dari jaringan peternak kelinci di Pasuruan, pinginnya kalau program ini benar ya bisa diskusi dengan Pak Menteri yang merakyat itu,’’ tegasnya.

Kelompok Peternak Kelinci Akur, sudah menyiapkan lahan penggemukan kelinci seluas 700 meter persegi. Tempat itu cukup untuk menampung indukan kelinci pedaging jenis Flemish Giant, New Zealand, dan Australian. Tiga jenis itu merupakan kelinci raksasa, yang selama ini laris manis sebagai kelinci hias.

‘’Basic peternak di Bulukerto ini, sebenarnya kelinci hias karena lebih mudah dan cepat dalam penjualan,’’ terangnya.

Namun terkait program ke depan untuk memenuhi kebutuhan daging kelinci, para peternak sudah siap. Tentu saja hal tersebut akan didukung pula oleh masyarakat setempat. Yang diperlukan kelompok, hanyalah bantuan bibit serta pembangunan kandang.

‘’Tentu jika program ini ada, bukan untuk peternak saja melainkan bagi masyarakat, karena beternak kelinci itu sebenarnya mudah,’’ terangnya.

Ternak kelinci, bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin. Dibanding beternak lainnya, kelinci berumur lima bulan sudah siap menjadi kelinci pedaging. Sedangkan kelinci bisa beranak setiap sebulan sekali.

’Tentu yang kami butuhkan dari kementerian, adalah kesiapan untuk menampung hasil peternakan karena informasinya daging kelinci akan diekspor,’’ imbuhnya.

Selain itu, para peternak juga membutuhkan bimbingan untuk pemanfaatan daging kelinci. Misalnya dengan mendirikan usaha kecil abon kelinci, berikut pemasarannya. Selama ini, para peternak belum mampu memenuhi kebutuhan daging kelinci untuk Kota Batu.

‘’Hot Plate Kota Batu, butuh daging kelinci 20 kg/hari. Seluruh kota ini butuh 50 kg/ hari,’’ ujarnya.

Sedangkan para peternak hanya mampu 10 kg/minggu, sehingga para pemilik restoran memasok dari daerah lain. Jika program itu digalakkan, maka Kota Batu bisa menjadi pemasok daging kelinci. Di pasaran, harga daging kelinci hidup Rp 25 ribu/Kg sedangkan untuk kelinci mati (daging bersih) Rp 50 ribu perkilogram.

‘’Satu ekor jenis Australiaan, bisa berbobot 2,5 Kg, flemish giant 3 – 3,5 Kg sama dengan jenis new Zealand,’’ terangnya.
Bahkan, Kelompok Akur siap membimbing masyarakat untuk budidaya kelinci pedaging.

Kendala yang dihadapi, memang masih mahalnya harga bibit karena untuk jenis New Zealand dan Flemish Giant induk harganya Rp 500 ribu, sedangkan anakan Rp 75 ribu. Indukan Australian Rp 150 ribu, anakan Rp 15 ribu.

‘’Budidaya kelinci pedaging ini bisa menjadi sarana meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin, apalagi perputaran kelinci sangat cepat,’’ tandas Wagiwan. (ary/lyo/Malang Post)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response