Peternak Kelinci Kota Batu Ajukan Proposal Ke Dahlan Iskan

Ternak Kelinci Pedaging

Para peternak kelinci di Desa Bulukerto Bumiaji Kota Batu, mengajukan proposal program pada Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Sejak dikunjungi Dahlan, Oktober lalu, peternak bergairah untuk membuat terobosan. Mereka telah menyusun kebutuhan anggaran untuk penggemukan kelinci.

Wagiwan, bidang pemasaran Kelompok Peternak ‘Akur’ mengatakan, proposal program itu sesuai permintaan Dahlan Iskan. Ketika berkunjung ke Bulukerto, Dahlan menantang para peternak untuk membuat terobosan. ‘

Tak lama setelah kunjungan, mereka menyusun program kemudian memberikan kepada sang menteri. ‘’Kami mencegat Pak Dahlan disela kunjungan di Sumberbrantas beberapa waktu lalu. Proposal diterima sendiri oleh beliau,’’ aku Wagiwan.

Program yang ditonjolkan dalam proposal itu terkait penggemukan kelinci. Peternak mengajukan dana sekitar Rp 1 miliar untuk penggemukan 1.000 ekor kelinci. Pada tahap awal, kelinci akan dikelola oleh kelompok kemudian dikembangkan kepada masyarakat.

’Nanti akan menjadi dana bergulir, sampai seluruh warga membudidayakan kelinci potong,’’ kata dia.

Jika proposal itu diterima, maka masyarakat akan mendapat kewajiban untuk mengembalikan modal. Wagiwan optimis program ini akan berhasil karena kebutuhan kelinci potong sangat besar. Bahkan di Kota Batu saja, kebutuhan daging kelinci belum tercukupi.

‘’Ini prospeknya luar biasa. Sampai saat ini yang konsen di kelinci potong masih saya saja,’’ imbuh dia.

Harga daging kelinci dipatok Rp 20 ribu perkilogram. Sedangkan satu ekor kelinci, bisa memiliki bobot mencapai 2,5 kilogram. Sejak lahir sampai bisa dikonsumsi, kelinci butuh waktu sekitar lima bulan.

‘’Pasar sudah ada dan kelinci ini bisa berkembang dengan cepat,’’ tegas dia.

Kota Batu sendiri saat ini sehari membutuhkan tak kurang dari 50 kg daging. Sedangkan, peternak seperti Wagiwan hanya mampu memenuhi kurang dari 30 kg saja. Disisi lain, kebutuhan daging kelinci juga tak terbatas di Batu saja, melainkan sampai luar kota.

‘’Untuk bibit pedaging jenis Australia, harganya Rp 150 ribu/ekor,’’ ujar Pak Wa sapaan akrabnya.

Setelah dikunjungi Dahlan Iskan, Bulukerto kerap didatangi peternak dari luar kota. Diantaranya peternak dari Jember dan Pasuruan yang diproyeksikan sebagai daerah percontohan kelinci pedaging.

‘’Peternak Pasuruan bahkan membeli bibit dari kami, mereka juga menanyakan mengenai cara beternak kelinci potong,’’ akunya dengan nada bangga.

Seperti pernah di beritakan Malang Post, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas Pertanian dan Kehutanan (DPK) Kota Batu juga akan membantu peternak Bulukerto.

Bahkan DPK bakal menyupport anggaran sebesar Rp 150 juta – Rp 200 juta untuk Dusun Cangar. Dana itu menurut Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sugeng Pramono untuk sarana prasarana dan bibit. DPK akan memberikan dukungan perluasan kandang kepada para peternak.

‘’2013 memang akan dikembangkan sebagai kampung wisata kelinci oleh Dinas Pariwisata dan kami menyupport sesuai tupoksi,’’ tegas Sugeng kepada Malang Post.

Sarana prasarana yang akan dibangun, meliputi kandang serta ruangan untuk edukasi bagi para pengunjung. Sedangkan dana lain akan diperuntukkan bagi penambahan bibit untuk peternak.

Dengan perluasan kandang, tentu saja para peternak butuh bibit kelinci. ‘’Sesuai gambaran kita, para peternak juga memberikan edukasi kepada pengunjung terkait seluk beluk ternak kelinci,’’ bebernya. (Sumber : Malang Post)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response