Peternak Kelinci Hias Gunungkidul Terkendala Modal

Ternak Kelinci Hias

Kelompok ternak kelinci hias Padukuhan Karang, Desa Terbah, Kecamatan Patuk Gunungkidul kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal kelompok yang beranggotakan para pemuda setempat tersebut saat ini sudah memiliki pemasaran di wilayah DIY – Jateng, tetapi seolah masih dipandang sebelah mata.

Ketua kelompok Ternak Kelinci “Barokah”, Slamet Badawi menuturkan bahwa sejak berdiri tahun 2005 kelompoknya yang beranggotakan 20 orang itu belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Padahal usaha ternak kelinci sebenarnya masih sangat prospek untuk dikembangkan di tengah minimnya lapangan pekerjaan akhir – akhir ini.

“Berdasarkan pengalaman, setiap satu indukan kelinci mampu beranak antara 6 sampai 8 ekor. Para peternak bisa menjual peranakan kelinci ke berbagai daerah seperti Semarang, Solo, Kudus, Klaten dan sekitarnya,” ungkap Badawi kepada Sorotgunungkidul di kediamannya, Sabtu (02/03/2013).

Dijelaskan, saat ini jumlah kelinci hias yang dipelihara kelompoknya mencapai lebih dari seratus ekor dari berbagai jenis mulai dari Australia, Anggora, Flob, Dutch, Rex, maupun Fujilob. Harga penjualan tiap pasang kelinci umur 2 bulan bervariasi tergantung jenisnya.

Untuk jenis Australia paling murah Rp 60.000, Rex Rp 80.000, Flem dan Anggora Rp 100.000, sedang termahal jenis Fujilob mencapai Rp 200 ribu. (Sumber : Sorot Gunungkidul)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response