Peternak Domba Garut Kurang Minati IB

Ternak Domba Garut

Minat masyarakat peternak domba di Kabupaten Garut melakukan pembibitan domba atau biri-biri (ovis aries) unggul melalui sistem inseminasi buatan (IB) masih rendah. Para peternak lebih memilih pembibitan domba secara alamiah karena dinilai lebih efektif dan jelas daripada dengan cara IB.

“IB domba di Garut kurang diminati masyarakat. Meskipun, kita terus melakukan sosialisasi. IB domba justru berkembang di Bandung Barat. Sedangkan di Garut, HPDKI (Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia) baru-baru ini mulai melirik. Kita juga baru ada pelatihan,” kata Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kabupaten Garut, Hermanto, mendampingi Kepala Seksi Pembibitan, Asep, Kamis (10/1).

Selain menganggap cara alamiah pembibitan domba lebih jelas, rendahnya minat peternak domba di Garut terhadap IB domba diduga karena dalam pelaksanaanya IB domba secara teknis cukup sulit. Berbeda dengan IB sapi.

“Kalau pada sapi, serviks (leher rahim)-nya besar sehingga bisa ‘dikodok’ (dirogoh) untuk menaruh semen pada rahim si betina. Sedangkan pada domba, serviksnya kecil. Sehingga cukup sulit menaruh semen pada rahim, apakah semennya tepat pada tempatnya atau tidak, meskipun dibantu alat. Jadi memang tingkat keberhasilan IB domba masih belum begitu meyakinkan dibandingkan sapi,” kata Asep.

Padahal, tuturnya, pembibitan dengan cara IB memiliki kelebihan sendiri dibandingkan cara alamiah. Dengan IB, jarak perkawinan ternak domba dapat terkontrol, diketahui jelas asal usulnya, serta semen dari satu pejantan bisa untuk pembuahan banyak betina. Semisal, 5 cc semen cair itu dapat diberikan untuk pembuahan 5 sampai sepuluh betina. Semen beku bisa lebih banyak lagi betina dibuahi.

“Bandingkan. Kalau secara alami, berapapun banyaknya, semen dari satu pejantan itu hanya untuk satu betina,” ujarnya.

Asep juga meyakinkan penyediaan semen cair maupun semen beku untuk IB domba baru ada di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan dapat dipertanggungjawabkan asal usul bibitnya. Sebab, semen tersedia di sana juga dilengkapi keterangan asal usul pemiliknya atau pejantan penghasilnya.

Asep menyebutkan, di Kabupaten Garut sebenarnya sudah ada sejumlah kelompok ternak domba mencoba mengembangkan pembibitan domba melalui IB, namun masih belum berkembang. Antara lain di Kecamatan Wanaraja, Balubur Limbangan, dan Bungbulang.

“Di Balai Pembibitan Domba di Karacak Margawati, pembibitannya sebagian melalui IB, dan sebagian lagi dengan cara alami,” ujarnya.

Rendahnya minat peternak domba di Garut terhadap pembibitan melalui IB berbanding terbalik dengan minat peternak terhadap pembibitan IB sapi. “Untuk pembibitan sapi perah, semuanya melalui IB. Hanya untuk sapi potong, baru 50 persennya dengan IB, dan 50 persennya lagi masih cara alami,” kata Asep.

Jumlah populasi ternak domba di Kabupaten Garut sendiri saat ini mencapai sekitar 800 ekor. Sebesar 40% di antaranya mengarah ke domba garut. (Sumber : Inilah)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response