Peternak di Tapteng Kesulitan Peroleh Pakan


Pandan – Para peternak ayam, lembu, kerbau dan kambing di Tapanuli Tengah (Tapteng), kesulitan memperoleh pakan, vitamin hingga obat-obatan ternak. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kios, grosir yang menjual berbagai kebutuhan ternak, mulai dari pakan, vitamin hingga obat-obatan.

Padahal ketersediaan pakan, vitamin dan obat-obatan ini merupakan salah satu faktor utama keberhasilan peternak dalam menjalankan usahanya. Hal tersebut diakui Kadis Pertanian dan Peternakan (Distannak) Tapteng, Dompak Simanjuntak SP MM ketika dikonfirmasi MedanBisnis di Pandan, Jumat (18/7).

“Selama ini para peternak di Tapteng memang kesulitan untuk memperoleh pakan, vitamin maupun obat-obatan ternak, karena memang usaha penjualannya baik secara grosir maupun eceran itu belum ada. Sehingga para peternak lebih cenderung menggunakan pakan alami seadanya saja, tanpa dibantu tambahan vitamin untuk meningkatkan produksi ternak mereka. Kalaupun ada sebagian kecil yang menggunakan pakan dan vitamin maupun obat-obatan, itu mereka beli dari luar daerah,” ujarnya.

Dikatakan, ketiadaan usaha penjualan pakan, vitamin dan obat khusus ternak atau yang sering disebut Poltri Shop ini di Tapteng, dinilai menjadi salah satu kendala utama bagi masyarakat untuk menjadikan usaha peternakan sebagai usaha utama. Hal tersebut juga menjadi faktor utama penghambat peningkatan produksi peternakan di Negeri Wisata Sejuta Pesona ini.

Dijelaskan, tidak adanya Poltri Shop atau pedagang penjual kebutuhan ternak menyebabkan para peternak kerbau, lembu maupun kambing terpaksa harus menggembalakan ternak mereka ke berbagai lokasi yang masih terdapat rumput, bahkan terkadang hingga ke tepi-tepi jalan raya, sehingga kerap mengganggu pemandangan dan arus lalu lintas. Kalau tidak demikian, maka hewan ternak mereka tidak dapat memperoleh pasokan makanan yang cukup dan bergizi.

“Begitu juga dengan peternak hewan jenis unggas yang terpaksa hanya memberikan pakan seadanya seperti jagung, dedak dan beberapa jenis pakan alamiah lainnya. Dengan hanya mengandalkan pakan seperti ini, tentu pertumbuhan ternak tidak maksimal, begitu pula dengan produksinya. Sementara jika membeli ke luar daerah, harga ditambah ongkos kirim akan semakin memberatkan peternak yang kebanyakan hanya memiliki modal yang minim,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian dan Peternakan Tapteng mengundang dan mengajak para pemilik modal untuk membuka usaha Poltri Shop atau grosir penjualan berbagai kebutuhan ternak di Tapteng. Sebab, selain memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan, usaha ini juga akan dapat membantu para pengusaha peternakan untuk mengembangkan usaha mereka demi peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami kira usaha ini memiliki potensi yang cukup menjanjikan. Ratusan peternak dari berbagai jenis hewan yang ada di Tapteng, dipastikan akan menjadi pelanggan utama. Jika dikelola dengan baik, kemungkinan pelanggan dari luar daerah juga akan datang untuk membeli kebutuhan ternaknya di Poltri Shop itu,” katanya.

Diakui, dengan keberadaan penjual kebutuhan ternak, maka dunia peternakan di Tapteng diprediksi akan semakin berkembang pesat. Kemudian, jumlah peternak juga akan ikut meningkat. Apalagi, katanya, untuk mendirikan usaha tersebut tidak terlalu membutuhkan modal yang besar, cukup Rp 100 juta lebih.

“Tentu saja ini juga mesti dibarengi dengan menggandeng pihak industri pakan, vitamin dan obat-obatan sebagai mitra melalui kerjasama. Kalau perlu, kita juga menggandeng asosiasi peternak dalam bagian kerjasama itu. Supaya kita memperoleh jatah kebutuhan yang mencukupi,” terangnya.(Sumber : medanbisnisdaily.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response