Peternak Basel Manfaatkan Biogas Kotoran Sapi

biogas kotoran sapi

Peternak sapi di Kabupaten Bangka Selatan (Basel), menggunakan biogas dari kotoran ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan gas untuk memasak dan penerangan.

“Saat ini, 50 kepala keluarga sudah menggunakan kompor gas dan lampu penerangan yang bersumber dari biogas dari kotoran sapi,” ujar Kabid Peternak Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Selatan, Alek di Toboali, Sabtu (12/1).

Ia menjelaskan, tabung biogas, kompor gas dan lampu biogas yang dimanfaatkan peternak sapi ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat tahun 2011, 2012 dan tahun ini kelompok ternak sapi tidak mendapatkan bantuan tabung biogas, kompor gas dan lampu biogas tersebut.

“Bantuan peralatan pemanfaatan biogas ini cukup penting seiring masih terbatasnya ketersediaan listrik dan gas di masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, dengan adanya teknologi biogas ini, sangat membantu peternak sapi dalam meningkat sumber daya manusia dan kesejahteraan peternak, karena menekan biaya pengeluaran peternak untuk membeli gas untuk memasak dan tagihan listrik.

“Proses menjadikan kotoran sapi menjadi biogas ini cukup mudah dan tidak membutuhkan biaya besar, sehingga peternak sangat antusias untuk mengembangkan biogas ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, biogas merupakan gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri, menggunakan peralatan drum kapasitas 200 liter, pipa paralon, lem pipa, isolasi, selang, kran, kompor dan ember.

“Peternak cukup memasukan kotoran ternak segar dicampur dengan air ke dalam tangki dan pengisian dilakukan setiap hari melalui lubang pemasukan sampai batas dan dalam waktu lebih kurang 21 hari, gas akan keluar dengan sendirinya dan siap digunakan untuk memasak dan lampu,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kami terus berupaya mendorong peternak untuk memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas karena manfaatnya cukup banyak sekali, misalnya, kotoran sapi yang telah diproses menjadi gas tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, sehingga peternak tidak perlu lagi membeli pupuk kompos dan kimia untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Biogas dari kotoran sapi ini cukup sederhana tetapi manfaatnya sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan peternak sapi, sehingga kami akan terus mengembangkan energi gas dan listrik dari kotoran sapi ini,” ujarnya. (Sumber : Radar Bangka)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response