Peternak Ayam Daging Rugi Puluhan Juta

Cara Mencegah Pilek Ayam SNOT

Mempawah – Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri seharusnya menjadi berkah bagi peternak ayam untuk meraup keuntungan. Namun, tidak demikian yang dialami Amin, salah satu peternak ayam daging di Mempawah. Amin mengaku merugi hingga puluhan juta rupiah akibat penyakit ayam.

“Seharusnya saya sudah melakukan panen pada bulan Ramadan hingga lebaran ini. Namun, semuanya gagal lantaran ayam saya diserang penyakit ayam kampung secara mendadak sebelum Ramadan lalu. Ada dua kandang berisi sekitar 2000-an ayam daging mati sebelum panen,” lirih Amin kepada Rakyat Kalbar ini, Rabu (23/7).

Meski demikian, dirinya mengaku tidak berputus asa. Dengan sisa modal yang tersisa, dirinya melanjutkan usaha ayamnya tersebut dengan melakukan langkah-langkah antisipasi agar penyakit serupa tidak menyerang ternaknya untuk kedua kali. “Alhamdulillah, sekarang sudah mulai memasukkan bibit baru. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ayam sudah bisa panen dan bisa dijual pada H-1 lebaran nanti. Agar dapat menutup kerugian yang diderita pasca serangan penyakit ayam beberapa waktu lalu,” harapnya.

Ditanya kendala dalam usaha ternak yang ditekuninya, Amin mengaku secara umum dirinya tidak menemukan banyak persoalan. Hanya saja, yang menjadi kekhawatiran dirinya yakni virus penyakit ayam yang datang secara mendadak dan membunuh semua ayam ternak miliknya. “Sifat ayam daging itu, jika ada satu saja ayam yang terserang penyakit maka dengan cepat akan menular kepada ayam lainnya. Biasanya hanya dalam beberapa hari saja, satu kandang berisikan ribuan ayam mati semua,” tuturnya.

Permasalahan yang dialami peternak tersebut mengundang perhatian berbagai kalangan. Menurut Ketua Front Pembela Kedaulatan Rakyat (FPKR), Sudianto Nursasi, dinas terkait hendaknya dapat meningkatkan kontrol dan pembinaan kepada para peternak. Terutama dalam hal mengantisipasi serangan virus atau penyakit ayam. “Dinas Peternakan harus lebih meningkatkan sosialisasi atau pengawasan secara langsung di kandang-kandang peternak. Sehingga, jika mendapatkan adanya serangan virus penyakit dapat segera diantisipasi dengan baik,” sarannya.

Selama ini, Sudianto menilai, para peternak yang ada memiliki keterbatasan ilmu dan informasi seputar usaha ternak yang ditekuninya. Kebanyakan peternak memulai usahanya hanya untuk coba-coba dan berdasarkan dari pengalaman saja. Mestinya harus ada pembekalan ilmu secara khusus di bidang peternakan. “Harus lebih sering diberikan pembekalan kepada peternak tentang cara-cara antisipasi ataupun penanggulangan terhadap virus penyakit hewan. Jika terjadi serangan virus penyakit, peternak sudah tahu harus berbuat apa dalam mencegah kematian ternaknya,” ujarnya.

Apalagi ujarnya, usaha peternakan ayam di Kabupaten Pontianak semakin berkembang. Tentunya kondisi ini sangat positif untuk memenuhi kebutuhan daging ayam di masyarakat. “Butuh pembinaan yang lebih baik agar usaha peternakan ini dapat terus berkembang di masa mendatang,” tukasnya.

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response