Pesisir Selatan Genjot Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi

Inseminasi Buatan Ternak Sapi

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menargetkan program Inseminasi Buatan (IB) ternak sapi sebanyak 6.000 dosis pada tahun 2013.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Perternakan (Dispertahorbunnak) Pesisir Selatan, Marzukri di Painan, Senin, mengatakan program itu bertujuan untuk meningkatkan populasi, kualitas dan produksi daging dalam rangka mewujudkan swasembada daging tahun 2014.

Jenis bibit sapi unggul yang akan dimanfaatkan untuk kawin suntik (IB) ternak sapi itu tersebut yakni Bali, Limusim, Simental dan Brahman.

Sebelum dilakukan IB, jenis bibit sapi tersebut yang akan dimanfaatkan itu telah diseleksi dan pengujian tentang kualitas keunggulannya. IB akan dilaksanakan di setiap kecamatan oleh petugas masing-masing.

Ia mengatakan sektor peternakan khususnya peternakan sapi telah menjadi andalan bagi masyarakat di daerah itu. Dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah rumah tangga yang berusaha di sektor peternakan yakni mencapai 34 ribu kepala keluarga (KK) pada tahun 2011 dari 31 ribu kepala keluarga tahun sebelumnya (2010) .

Sementara populasi ternak juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Data dinas peternakan setempat, populasi sapi potong tercatat pada tahun 2011 sebanyak 76.111 ekor.

Katanya, populasi sapi terbanyak di kabupaten itu terdapat di Kecamatan Lengayang dengan jumlah 16.124 ekor disusul Bayang sebanyak 14.560 ekor.

Daerah ini juga memiliki lahan terlantar yang berpotensi disuburkan untuk lokasi pengembangan sapi dengan luas sekitar 18.400 hektare yang terletak di 15 kecamatan yang ada.

Jenis sapi kabupaten itu saat ini terdiri dari 60 persen tercatat sapi lokal, 40 persen sapi hasil perkawinan silang dengan Inseminasi Buatan (IB), produksi daging sekitar 6,5 juta kilogram per tahun.

Untuk meningkatkan produksi daging sapi, pemerintah setempat melalui dinas terkait telah melakukan berbagai langkah atau upaya, seperti menggiatkan sosialisasi serta penyuluhan ke peternak, khususnya tata cara pengembangbiakan sapi potong yang baik dan benar.

Menurut dia, kabupaten itu merupakan daerah penghasil daging sapi kedua terbesar di Sumbar. Pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten (pemkab) setempat menargetkan populasi ternak sapi potong sebanyak 98 ribu ekor.

Ia menyebutkan, sejak tiga tahun terakhir telah terjadi peningkatan penjualan dan pemotongan sapi betina produktif di daerah ini.

Sedikitnya 16 ribu ekor sapi betina produktif dijual untuk konsumsi lokal dan ekspor sehingga mengkhawatirkan menjadi ancaman serius bagi populasi sapi di kabupaten itu. (Sumber : Ciputra News)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response