Permerintah Diimbau Gencarkan Ternak Sapi Terintegrasi Kelapa Sawit

DUNIATERNAK.COM, – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta para importir sapi mulai beralih untuk ikut melakukan kegiatan ternak sapi. Hal itu juga demi menyeimbangkan ketersediaan pasokan, serta mencapai swasembada daging nasional ke depannya.

Akan tetapi, para importir yang tergabung dalam Gabungan Pelaku Usaha Sapi Potong Indonesia (Gabuspindo) menyarankan ada lebihnya pemerintah kembali menggiatkan pola integrasi ternak dengan perkebunan kelapa sawit. Cara ini dipandang lebih bisa mencapai swasembada daging nasional ketimbang para importir sapi harus melakukan kegiatan ternak sapi.

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Sapi Potong Indonesia (Gabuspindo) Joni Liano menerangkan, saat ini beberapa pengusaha sapi yang sudah melakukan pola ini terkendala oleh beberapa hal dalam penerapannya. Misalnya saja, seperti sapi yang dimasukkan ke dalam lingkungan perkebunan kelapa sawit malah dianggap sebagai hama. Apalagi, pola ini sebenarnya sudah berjalan di Kalimantan sejak 2013.

“Dulu zaman Dahlan Iskan menuju ke sana tapi kok sekarang berhenti? Padahal Permentan ternak integrasi sawit itu ada, tapi enggak bisa jalan. Karena perkebunan menganggap masukin sapi itu hama. Jadi persoalan-persoalan itu. Aturan di BUMN itu, izin usaha kebun itu hanya single commodity,” ucapnya.

Adapun aturan yang harus direlaksasi pemerintah antara lain, kebun jika diberi pembasmi hama jangan sampai membuat sapi-sapi yang mengandalkan sumber makan di sana justru malah terkena racun. Jika begitu, sama saja dengan pemerintah tidak berniat mau pola ini dijalankan.

Apalagi, masih kata Joni, pola ini sudah diuji coba melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian dan teruji bisa menjadi sangat menguntungkan baik untuk pengusaha sawit maupun peternak. Soalnya, biaya pakan sapi menjadi minim sebab banyak didapat di perkebunan sawit. Selain itu, juga bisa membuat biaya pupuk sawit menjadi rendah.

“Kalau itu sudah diketahui pemerintah kenapa engga PTPN itu yang lakukan, yang punya lahan sawit lakukan usaha itu. Kalau enggak, ajak pelaku usaha lain. Jangan hanya pemerintah mengajak untuk melakukan usaha yang merugi tanpa ada insentif dari negara,” tuturnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah segera merelaksasi peraturan-peraturan tersebut. Tidak lain tujuannya adalah agar bisa membuat pola integrasi ternak dengan perkebunan kelapa sawit bisa berjalan sebaik mungkin ke depannya.

“Ini yang perlu diselesaikan pemerintah sebelum berikan kebijakan. Bisa berkembang tapi untuk ekspansi masih kendala izin. Izin sawit kan hanya untuk satu komoditas. Kalau dimasukkin lagi (komoditas) ada izin lagi,” terang dia.

“Ada pengusaha yang jadi lakukan ekspansinya sulit. Harusnya pemerintah identifikasi persoalannya dulu. Dari penelitian Kementan bahwa integrasi sawit dengan sapi itu merupakan usaha yang sangat-sangat menjanjikan, karena saling untungkan kepada sawit sapi,” pungkasnya.(Sumber: okezone.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.