Perbaiki Gizi Ternak dengan Pakan Limbah Kopi

limbah kopi pakan ternak

DUNIATERNAK.COM, – Pelatihan pakan ternak alternatif dari limbah kulit kopi kembali dilaksanakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Rejang Lebong (RL), Kamis (26/5). Kali ini, pelatihan yang dipusatkan di Kelompok Petani dan Peternak Gading Indah di Desa Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur, diikuti 15 kelompok peternak.

Kepala Disnakan RL, Ir Amrul Eby MM mengatakan, 15 kelompok tersebut merupakan kelompok dari 8 kecamatan. Yakni Sindang Kelingi, Selupu Rejang, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya (BUR), Curup Tengah, Curup utara dan Curup Timur. “Peserta pelatihan tidak hanya dilatih dari segi materi. Namun diikuti dengan praktik langsung untuk membuat pakan ternak dari limbah kopi tersebut,” kata Eby.

Pelatihan ini, lanjutnya, memang sangat diperlukan. Pakan dari limbah kopi yang sudah diolah ini, sangat bagus untuk memenuhi kebutuhan gizi hewan ternak, sebab akan merupakan penentu pertumbuhan ternak. Maka dari itu harus dilakukan perbaikan pakan agar pertumbuhan ternak menjadi lebih baik.

Eby menambahkan, pakan ternak dari limbah kopi ini sangat banyak kelebihannya, jika dibandingkan dengan pakan rumput. Pakal limbah kopi bisa membuat ternak lebih cepat besar, kebutuhan gizi ternak akan terpenuhi, memudahkan peternak untuk memberikan pakan tanpa merumput terlebih dahulu dan kelebihan lain yang menguntungkan. “Pakan ternak dari limbah kopi ini hanya makanan tambahan bagi ternak. Jadi pakan rumput tetap diberikan,” tukasnya.

Dalam pembuatan pakan dari limbah kopi, hanya memerlukan bahan yang mudah ditemui di RL. Seperti kulit kopi, dedak, gula merah, biodekomposer (starbio), garam dapur dan air secukupnya. “Sebenarnya pakan ternak bukan hanya dari limbah kopi. Namun bisa juga dari limbah pisang dan lainnya. Tapi sekarang kita latih dahulu seluruh kelompok di RL untuk pembuatan pakan dari limbah kopi,” ujarnya.

Pantauan RPP, para peserta pelatihan pembuatan pakan ternak dari limbah kopi ini terlihat antusias. Mereka mendengarkan penyampaian materi dengan serius. Kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Bahkan dalam kesempatan itu, Eby juga ikut serta berpraktik membuat pakan.

Ajukan Rp 875 Juta

BAGIAN lain, Disnakan RL telah mengajukan anggaran di APBD Perubahan (APBDP) sebesar Rp 875 juta untuk pembagian ternak dan benih ikan gratis. Menurut Eby, ajuan tersebut terdiri dari Rp 325 juta untuk bantuan ternak dan Rp 560 juta untuk benih ikan. “Bantuan gratis sebagai program bupati, yakni pada ternak akan disalurkan kambing. Sementara benih ikan, akan diberikan ikan jenis lele, nila dan mas,” kata Eby.

Kemudian, Rp 325 juta ini rencananya akan diberikan kepada 5 kelompok peternak di Kabupaten RL. Sedangkan benih ikan gratis diperuntukkan bagi 80 kelompok perikanan. Sasaran yang diberikan nantinya yakni untuk kawasan-kawasan yang berpotensi atau lokasi yang cocok untuk mengembangkan kambing dan ikan.

Di samping itu, bantuan ternak dan benih ikan gratis, sesuai instruksi bupati, yakni akan diberikan kepada warga berkategori miskin dan para pemuda yang ingin mengembangkan usaha dalam bidang peternakan dan perikanan. “Jika disetujui, maka pemberian ternak dan benih gratis akan dilakukan tahun ini juga,” pungkasnya. (Sumber: radarpatpetulainews.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.