Penghasilan Peternak Itik Lamongan Lebihi UMK

Usaha Ternak Itik

Penghasilan peternak itik di Desa Tawangrejo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bisa melebihi Upah Minimum Kabupaten Lamongan. Saat ini UMK Lamongan Rp 900.000 per bulan dan direncanakan naik menjadi Rp 1.025.000.

Sementara, peternak itik yang memiliki 100 ekor itik, bisa meraih penghasilan sedikitnya mencapai Rp 1,3 juta per bulan, belum termasuk dari menjual bibit itik .

Ketua Kelompok Wanita Ternak Sumber Rejeki , Musyarofah,mengatakan, populasi ternak itik di bawah binaan kelompoknya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2009, sebanyak 17.425 ekor itik, naik menjadi 24.570 ekor itik di tahun 2010, dan pada 2011 mencapai 33.294 ekor itik.

Musyarofah menyebutkan, anggotanya terdiri dari 120 orang ibu-ibu. Produksi pada 2011 terdiri dari 138.861 kilogram telur , 16.791 kg daging, dan 17.700 ekor bibit itik. Telur asin yang diproduksi sebanyak 20.762 butir serta tepung ikan (abon bebek) sebanyak 3.500 kg.

Keuntungan ternak itik di wilayah itu karena wilayahnya dikelilingi tambak dan sungai. Mereka tidak kesulitan pakan jika harga pakan itik buatan pabrik sedang naik. Banyak genangan air yang memproduksi pakan itik secara alamiah, seperti cepret (anakan ikan/ikan kecil), besusul (keong) , dan lepok (sejenis ganggang).

Selain di Kecamatan Turi yang memiliki populasi ternak itik terbesar di Lamongan, ternak hewan penyuka air ini tersebar di seluruh wilayah Lamongan. Yang terbesar selanjutnya di Pucuk ada 28.363 ekor, Brondong 14.201 ekor, Kedungpring 12.407 ekor dan Maduran 9.855 ekor.

Sejak tahun 2009, ada berbagai bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan. Bantuan itu diantaranya pengolahan pakan, mesin penetas, dan bantuan itik serta pembinaan melalui Program Gerakan Membangan Ekonomi Masyarakat Lamongan berbasis Pedesaan (Gemerlap ) tahun 2011.

Bupati Lamongan, Fadeli mengungkapkan eksistensi kelompok peternak mengantarkan Lamongan tersebut meraih berbagai penghargaan. Pada 2011, Lamongan meraih Investment Government Award (IGA) tingkat nasional, dan pada 2012 meraih Otonomi Award kategori khusus pemberdayaan ekonomi lokal (perempuan produktif).

Tahun ini, Lamongan juga masuk nominasi Lomba Kelompok Agribisnis Peternakan tingkat nasional. Semua itu diharapkan bisa semakin memacu peternak meningkatkan produktivitas ternak sehingga juga menambah penghasilan mereka. (kompas)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response