Pengembangan Jerami Fermentasi pada Budidaya Peternakan Sapi Ongol di Kabupaten Gunung Kidul

Pakan Ternak Jerami Fermentasi

Wonosari, – Sebagai salah satu daerah penyedia sapi Peranakan Ongol (PO) di Pulau Jawa Kabupaten Gunung Kidul sering menghadapi masalah terutama di dalam penyediaan pakan ternak yang bermutu. Pemanfaatan hasil samping pertanian dan kehutanan menjadi salah satu solusi untuk pembuatan bahan pakan alternatif bermutu. Beberapa peternak masih mendatangkan dari luar Kabupaten Gunung Kidul, yaitu berupa tebon jagung dan lainnya, sehingga biaya produksi menjadi tinggi. Sementara itu, pemanfaatan daun jati, daun mahoni kering, kacang-kacangan liar, gedebong pisang dan hasil samping pertanian lain sangat membantu peternak, walaupun masih belum mencukupi terutama pada saat musim kemarau. Untuk itu, diperlukan pengenalan teknologi pembuatan pakan yang praktis dan murah yang bisa menyediakan pakan yang cukup meskipun di musim kemarau. Hal tersebut menjadi topik dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan antara BATAN dengan Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul drh. Krisna Berlian, Kepala PAIR – BATAN, Dr. Hendig Winarno, Ketua STTN BATAN, Dr. Sutomo Budiharjo serta beberapa staf terkait dari masing-masing instansi. Dalam sambutan pembukaan, Kepala Dinas Peternakan menyambut baik kerjasama ini agar peternak sapi di Kab. Gunung Kidul menjadi lebih maju dan terdepan dalam teknik budidaya sapi PO. Dalam kesempatan audiensi dengan Bupati Gunung Kidul, Hj. Badingah S.Sos juga menyambut gembira upaya kerjasama ini. Bupati mengharapkan kerjasama tidak hanya di bidang peternakan tetapi juga pertanian secara lebih luas lagi. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Bupati berharap dapat mengundang Pimpinan BATAN untuk mmpresentasikan hasil-hasil litbang BATAN lainnya di depan Kepala SKPD terkait.

Pada pelatihan ini, Ir. Firsoni MP, peneliti BATAN memberikan pelatihan tentang pembuatan jerami padi yang difermentasi menggunakan starter MikroStar LA2 dan pemanfaatan Super Blok (suplemen mineral blok) untuk mengatasi kekurangan mineral pada ternak yang dikandangkan pada kelompok ternak “Ngudi Rejeki” di dusun Klegung, desa Katongan, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Menurut Suroto, Ketua kelompok tani ternak “Ngudi Rejeki”, setelah 2 tahun kegiatan budidaya sapi telah terjadi peningkatan populasi ternak sapi PO dari 28 ekor menjadi 87 ekor, yang dipelihara oleh 25 anggota. Suroto mewakili para peternak sangat mengharapkan kegiatan penerapan teknologi untuk mengatasi masalah pakan dari BATAN terus ditingkatkan.

Secara paralel, pelatihan juga dilakukan di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus yang berjarak 45 km dari Pusat Kota Wonosari. Seperti halnya peternak di Kec. Nglipar, peternak di Kec. Tepus juga memiliki problem yang sama yaitu sulit mencari pakan pada musim kemarau. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan teknologi pakan ternak, yang salah satunya dengan teknik fermentasi jerami. Jerami fermentasi dapat meningkatkan kualitas pakan, baik dari tekstur, nilai gizi juga palatabilitas ternak ruminansia, sehingga sangat baik untuk dimanfaatkan pada musim kemarau. Selain itu, disampaikan juga potensi pakan ternak lokal yang dapat mendukung kebutuhan pakan ternak, juga limbah-limbah pertanian lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala PAIR bersama rombongan menyempatkan untuk meninjau kegiatan uji multilokasi tanaman kedelai yang dilakukan oleh Yuliasti MSi, Peneliti PAIR di Desa Bandung Kec. Playen, Kab. Gunung Kidul.(Sumber : Batan.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Leave A Response