Penanganan Penyakit Kembung Perut/Timpani Ternak Sapi

Penyakit Kembung Pada Sapi

DUNIATERNAK.COM, – Kembung perut adalah perut yang berisi gas, hal ini mungkin terjadi karena tersumbatnya kerongkongan tetapi yang lebih sering disebabkan oleh proses fermentasi yang tidak normal, umpamanya dari hijauan legium yang segar sehingga menimbulkan banyak gas dalam perut. Tanaman ini mengandung zat yang dinamakan “saponin”, suatu zat yang berbuih seperti sabun yang diduga sebagai penyebab gangguan ini.

Tanda-tanda

Tanda-tanda yang paling nyata adalah membesarnya perut sebelah kiri atas karena dipenuhi oleh gas. Karena desakan gas yang terus menerus bertambah besar itu, pernafasan menjadi susah dan sesak, nafsu makan hilang, penderita apatis. Apabila keadaan ini tidak lekas ditolong, sapi akan berdiri terpaku dan jatuh, lama kelamaan pekerjaan paru-paru sangat terhalang karena desakan gas yang semakin bertambah, akhirnya ternak itu sesak nafas dan mati.

Pengendalian/ Penanggulangan

Jika gas tidak terlalu banyak adanya dan perut tidak terlalu besar, sapi dibawa berjalan-jalan agar dapat sendawah (belching), dengan demikian gas sedikit demi sedikit akan berkurang atau hilang sama sekali.
Kita dapat mengganjal mulut dengan sepotong kayu, agar tetap terbuka dan membantu pengeluaran gas.
Cara lain bisa dilakukan menusuk perut dengan “trokar”, yaitu suatu alat yang khusus untuk ini, lokasi tusukan adalah titik tengah segitiga yang dibentuk oleh tulang rusuk paling belakang, tulang kemudi dan sayap tulang belakang. Trokar diarahkan ke bahagian bawah badan sebelah tengah dan diusahakan supaya tusukan dapat tepat menembus perut yang berisi gas tersebut.

Untuk melarutkan busa yang terbentuk dalam proses fermentasi tadi, berilah ternak sapi itu 2/3 cangkir minyak kedelai dan diminumkan, sapi akan sendawah dan sembuh kembali.

Pencegahan

Untuk mencegah kembung perut bisa dilakukan seperti menjaga hijauan legium tidak melebihi 50% dari semua hijauan yang diberikan. Sapi yang akan digembalakan di padang penggembalaan yang penuh dengan berbagai macam legium, harus diberi rumput kering atau jerami lebih dahulu untuk menanggulangi gangguan ini. Sapi yang banyak minum sedikit kemungkinanya terserang kembung perut, dibandingkan dengan sapi yang hanya diberi minum 2 kali sehari pagi dan sore saja.

Untuk mencegah kembung perut dapat dipakai 100-500 IU Penicilin untuk seekor sapi sehari yang dicampurkan kedalam makanan penguatnya selama beberapa hari berturut-turut.
Kondisi Kejadian Di Wilayah Kerja

Biasanya sapi yang terserang penyakit kembung perut ini berakhir dengan kematian dengan kata lain tidak dapat tertolong. Di wilayah kerja saya di Kecamatan Lubuk Basung sudah sering terjadinya ternak-ternak sapi yang terkena penyakit kembung perut, namun dari sekian banyak tersebut ada yang dapat ditolong, ada yang dipotong paksa serta ada ternak sapi yang mati. Ini tergantung kepada :

1. Terlambatnya peternak melaporkan kepada petugas.
2. Kondisi ternak sapi yang sudah parah atau sudah beberapa hari menampakan gejala.
3. Penanganan yang tidak profesional.

Dari penyuluhan-penyuluhan yang sudah sering dilakukan terhadap peternak, dengan sendirinya peternak sudah memahami bagaimana tindakan yang harus dilakukan si peternak kalau ternak sapinya terkena penyakit. Salah satu contoh kejadian di lokasi Kelompok Peternak Amanah di Jorong Bancah Taleh Desa Bancah Paku, seekor sapi betina milik salah seorang anggota kelompok yang dalam kondisi bunting + 6 (enam) bulan secara tiba-tiba jatuh dan tidak bisa bangun sendiri dengan nafas sesak, kaki tegang. Dalam kondisi kebingungan si peternak melaporkan keadaan ternak sapinya, dengan segera saya turun ke lokasi tempat kejadian ternak sakit tersebut, dan saya memberikan pertolongan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat serta tersedia dilokasi yaitu jahe, dengan meminumkan air jahe kepada sapi tersebut, sehingga sapi mengeluarkan gas melalui mulut/sendawah, kemudian ternak sapi dibantu untuk berdiri. Dalam beberapa selang waktu ternak sapi bisa berdiri dengan dibantu dalam kondisi sempoyongan/ keseimbangan belum stabil, dengan menunggu beberapa waktu saja ternak sapi sudah mulai pulih kembali. Semulanya peternak sudah putus asa bahkan sudah mengubungi toke daging untuk dijual paksa, ternyata dengan jahe berkat izin Allah ternak sapi tersebut dapat tertolong, sehingga dibatalkan untuk dijual paksa. (Sumber: cybex.pertanian.go.id)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.