Pemprov Dukung Pengembangan Pakan Ternak Berbasis Industri Rumahan

Pakan Ternak Unggul

DUNIATERNAK.COM, – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulawesi tengah melaunching hasil kajian aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak ayam berbasis industri rumah tangga dan hasil penelitian alternatif pakan ternak ayam fungsional dari bahan baku lokal (subtitusi bahan) 2015. Demi memberikan keuntungan kepada pengelola peternakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung program tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Balitbangda Sulteng, Tulak Sapan Matheus dalam sambutannya membuka kegiatan di Jalan Kelapa Dua, Kelurahan Kabonena, mengatakan dalam usaha peternakan ayam maupun ternak lainnya, pakan merupakan kontribusi terbesar, yaitu lebih kurang 70 persen biaya pemeliharaahan untuk biaya belanja pakan.

“Usaha peternakan ayam di Sulawesi Tengah sudah sejak lama dimulai. Namun masalah pakan sering menjadi faktor pembatas akibat tingginya harga pakan, utamanya pakan pabrikan sehingga terjadi ketidak seimbangan antara pendapatan dengan biaya yang dikeluarkan,” ungkap Tulak Sapaan Matheus, Rabu (11/11/2015).

“Berdasarkan permasalahan itu, timbul pemikiran untuk melakukan kajian aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak ayam skala home industri yang berbahan baku pakan lokal yang cukup tersedia dan mudah didapat di lokasi yang dapat menggantikan pakan pabrikan dengan harga murah,” katanya.

Dia menambahkan, melalui launching kali ini, juga diharapkan kegiatan penelitian dan pengembangan iptek selanjutnya dapat menjadi sebuah soluasi bagi masyarakat yang dihadapkan pada berbagai permasalahan yang muncul seiring dengan tingginya harga pakan.

“Tuntutan masyarakat akan kemudahan dan kecepatan dalam peningkatan produktivitas serta pelayanan diperlukan teknologi yang inovatif,” tambahnya.

Sehingga melalui pemanfaatan teknologi yang inovatif tersebut diharapkan antara lain dapat meningkatkan produktivitas berupa pengembangan protype, pengujian dan produksi. Kemudian pemanfaatan teknologi dalam mendukung pelayanan di berbagai sektor kehidupan, serta memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan.

“Kerjasama penelitian Balitbangda dengan penelitian Universitas Tadulako dan lembaga lainnya adalah upaya terus mengkaji inovasi-inovasi baru yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam pengelolaan potensi sumber daya alam yang tersedia,” tandasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten II, Bunga Elim Somba mengatakan Penelitian dan pengkajian harus terus dilakukan.

Salah satu potensi sumber daya yang perlu dikaji, kata dia, adalah usaha peternakan ayam yang selama ini mengalami nilai tukar petani (NTP) baru mencapai 97,03.

“Ini berarti bahwa usaha tersebut belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keuntungan para peternak, yang diakibtakan oleh harga pakan yang terlalu tinggi,” katanya.

“Melihat kondisi seperti itu, maka kajian aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak ayam berbasis home industri dengan subsitusi pembuatan pakan berbahan baku lokal sangat tepat san perlu dilakukan,” ungkapnya.

Sehingga kata dia, pemerintah Sulawesi Tengah akan mendukung pengolahan tersebut untuk perbaikan hasil ternak masyarakat.

“Ini kan sudah ada hasil kajian, dan hasil kajian ini sudah membuktikan bahwa ada nilai plus daripada hasil kajian itu terhadap mengefesienkan bisnis dari unggas. Hasil penelitian juga sudah menyatakan bahwa ini menurunkan tingkat kematian, kemudian juga harga pakan lokal ini ternyata lebih murah dari hasil pabrik,” kata Elim Somba kepada Metrosulawesi seusai launching.

Ia mengatakan, Pemprov akan berupaya untuk menindak lanjuti program tersebut agar berdampak positif bagi masyarakat peternak unggas. Dalam hal ini Pemprov akan bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk mengembangkan pakan ternak berbasis industri rumahan tersebut.

“Saya tadi sudah kontek dengan Bank Indonesia. Ini kan baru hasilnya, kita mesti uji coba lapangan. Mereka (BI) dengan anggaran CSR-nya mereka coba tes, nanti kalau memang itu betul-betul berhasil kita akan tindak lanjuti,” ungkap Asisten II Pemprov.

Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah konsultan dan kelompok ternak di Kota Palu ini diharapkan bisa jadi pilot project untuk daerah Kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah.

“Kita nanti lewat koperasi UMKM, kita akan coba untuk melihat masyarakat, kalau perlu masyarakat yang kelompok-kelompok unggas ini kita bentuk menjadi kelompok koperasi. Di samping nanti koperasi, kita untuk bagaimana akses permodalan juga karena ini berhubungan dengan teknologi, mungkin kita akan bantu mesin-mesin untuk bagaiman membuat pelet, membuat produksi pakan itu. Dan ini kita akan coba untuk jadikan agenda kita untuk perencanaan 2016,” tandasnya.

(Sumber: metrosulawesi.com)

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.