Pemkab Lebak Dirikan Pos Inseminasi Buatan Ternak Kerbau

inseminasi buatan ternak kerbau

 DUNIATERNAK.COM, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akan mengoptimalkan inseminasi buatan ternak kerbau untuk meningkatkan jumlah populasi ternak besar.

“Kami memperkirakan jumlah populasi ternak kerbau setiap tahun bertambah antara 700-800 ekor,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, Iman Santoso, di Lebak, Rabu (12/8/2015) kemarin.

Menurut dia, pemerintah daerah kini mendirikan pos inseminasi buatan (IB) di tiga kecamatan antara lain Kecamatan Sajira, Wanasalam dan Bayah. Ketiga kecamatan itu paling banyak populasi kerbau di Kabupaten Lebak.

Mereka para petugas IB melayani peternak kerbau agar menambah jumlah populasinya. Sebab Kabupaten Lebak hingga kini jumlah populasi kerbau tertinggi di Provinsi Banten. Bahkan, peringkat kelima besar tingkat nasional. Karena itu, pihaknya mendorong agar populasi ternak tersebut terus bertambah sehingga memenuhi swasembada daging kerbau.

Berdasarkan data populasi kerbau di Kabupaten Lebak hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 tercatat 43.730 ekor tersebar di 28 kecamatan. Kemungkinan jumlah populasi kerbau tahun 2015 hingga mencapai di atas 50.000 ekor.

Populasi ternak sebanyak itu tentu Kabupaten Lebak merupakan lumbung kerbau dan bisa memenuhi swasembada daging untuk kebutuhan nasional. Saat ini, peternak kerbau memasok kebutuhan daging kerbau ke luar daerah seperti Tangerang, Jakarta dan Bogor.

“Kami terus mendorong agar peternak kerbau di Lebak dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, masyarakat hingga kini belum menjadikan ternak kerbau menjadikan andalan ekonomi keluarga. Sebab, mereka para peternak masih menganggap ternak kerbau dijadikan usaha sampingan. Untuk itu, pemerintah daerah terus merubah perilaku seperti itu dengan menyampaikan pelatihan dan pembinaan usaha.

Adapun, jenis kerbau yang dikembangkan di Kabupaten Lebak berjenis kerbau lumpur dan berat badannya bisa mencapai 500-600 kilogram dengan harga kisaran Rp 11 juta-Rp 13 juta per ekor.

“Kami minta peternak kerbau itu bisa mengembangkan usaha ternak besar sehingga menjadikan pendapatan andalan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Iman menjelaskan, saat ini teknik budidaya kerbau yang ada di masyarakat sangat tradisional dan perlu adanya peningkatan sumber daya peternak. Peternak kerbau di sini masih memanfaatkan rumput sebagai sumber makanan, sehingga pertumbuhan populasi kerbau cukup lambat.

“Kami berharap dengan IB ini dapat meningkatkan populasi kerbau dan bisa menyumbangkan ketahanan pangan nasional dengan mempercepat keturunan dari peranakannya,” katanya.

Seorang peternak kerbau warga Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Sobur, mengaku, dirinya terbantu dengan adanya IB itu kini populasi ternaknya bertambah antara empat sampai enam ekor per tahun.

Ia mengaku memiliki kerbau sebanyak 15 ekor dan setiap tahun bertambah jumlah populasinya.

“Kami setiap tahun bisa menjual kerbau dua sampai tiga ekor, terlebih pada Idul Adha,” pungkasnya.

Sumber : bantenprov.go.id

SHARE THIS POST

  • Facebook
  • Twitter
  • Myspace
  • Google Buzz
  • Reddit
  • Stumnleupon
  • Delicious
  • Digg
  • Technorati
Author: usahaternak View all posts by

Comments are closed.